TP PKK Kabupaten Sumbawa Ajak Anak Muda Bangun Strategi Kampanye Adaptasi Perubahan Iklim

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 10 Februari 2026— Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa mengajak anak muda, kelompok perempuan, dan penyandang disabilitas untuk berperan aktif dalam menyusun strategi kampanye adaptasi perubahan iklim. Ajakan tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Strategi Adaptasi Perubahan Iklim yang digelar di Aula PKK Kabupaten Sumbawa, Senin (9/1/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK Kabupaten Sumbawa dan Yayasan Plan International Indonesia, serta diikuti oleh berbagai organisasi masyarakat yang mewakili kelompok perempuan, pemuda, dan disabilitas.

Bacaan Lainnya

Lokakarya secara resmi dibuka oleh Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap isu perubahan iklim yang dampaknya semakin dirasakan hingga tingkat lokal.

“Sejalan dengan Program CERAH yang digagas Plan International Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mengembangkan program Sumbawa Hijau Lestari sebagai upaya menjaga dan memulihkan lingkungan melalui penanaman kembali pohon,” ujar Dedy.

Ia berharap, melalui lokakarya ini dapat lahir strategi kampanye yang konkret dan aplikatif, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antara TP PKK, Plan International Indonesia, dan para pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kemitraan antara TP PKK dan Plan International Indonesia dalam proyek bertajuk “CERAH” (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Berkelanjutan).

“Lokakarya ini sangat bermakna karena tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi membahas strategi dan aplikasi kampanye perubahan iklim yang mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa perubahan iklim tidak semata persoalan lingkungan, melainkan juga berkaitan erat dengan perilaku manusia. Oleh karena itu, keterlibatan perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas dinilai penting dalam membangun strategi adaptasi perubahan iklim yang inklusif dan berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Project Coordinator CERAH NTB, Abdul Rohman. Menurutnya, ketiga kelompok tersebut dipilih sebagai sasaran utama karena termasuk kelompok yang rentan terdampak perubahan iklim.

“Dengan melibatkan perempuan, anak muda, dan penyandang disabilitas dalam penyusunan strategi adaptasi, diharapkan kesadaran dan kapasitas masyarakat terhadap perubahan lingkungan dapat meningkat, khususnya bagi kelompok rentan,” tuturnya.

Selama lokakarya berlangsung, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari dasar-dasar perubahan iklim dan dampaknya di tingkat lokal, prinsip kampanye perubahan perilaku, hingga strategi komunikasi yang inklusif. Peserta juga dilibatkan secara aktif melalui diskusi kelompok dan sesi storytelling untuk mengidentifikasi isu prioritas di wilayah masing-masing serta merancang pesan kampanye yang relevan dengan konteks lokal.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Sumbawa bersama mitra berharap dapat mendorong lahirnya agen-agen perubahan yang mampu menyuarakan pentingnya adaptasi perubahan iklim secara lebih luas di tengah masyarakat.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *