Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 14 Februari 2026 — Pesantren Al Mubarok menggelar malam puncak Haplatul Imtihan yang dirangkaikan dengan peringatan hari jadi (harlah) ke-36, Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, pengurus yayasan, dewan guru, wali santri, serta masyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat itu menjadi momentum refleksi perjalanan lembaga pendidikan yang berdiri sejak 1990 tersebut.
Mewakili pengurus pesantren sekaligus Ketua panitia, Ustadz khairon fikri, S.H., M.M.Inov dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangan pesantren selama lebih dari tiga dekade.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan. Malam ini merupakan puncak Haplatul Imtihan sekaligus hari jadi ke-36 Pesantren Al Mubarok,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai lembaga pendidikan berbasis yayasan, pesantren turut mengambil bagian dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Sumbawa. Prosesi wisuda santri dan santriwati pada malam tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya mencetak generasi Qurani yang berakhlak dan berdaya saing.
“Kita doakan para wisudawan dan wisudawati menjadi anak yang membanggakan orang tua serta mampu berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas konsistensi pesantren dalam mempertahankan tradisi pembelajaran kitab kuning di tengah dinamika modernisasi pendidikan.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami menyampaikan terima kasih kepada pengurus yayasan dan seluruh tenaga pendidik. Keberadaan pesantren yang tetap mengajarkan kitab kuning merupakan bagian dari menjaga warisan keilmuan para ulama,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang religius dan berintegritas. Ia menilai nilai-nilai yang ditanamkan di lingkungan pesantren dapat menjadi benteng moral dalam menghadapi tantangan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, ia menyinggung peran historis pesantren dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Santri dan ulama, katanya, memiliki kontribusi besar dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penguatan pesantren, termasuk yang berada di wilayah pelosok Tana Samawa,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan prosesi wisuda santri. Peringatan harlah ke-36 ini menjadi simbol kesinambungan tradisi pendidikan Islam di Sumbawa, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dan pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.
Reporter: Saka-4
Editor: Redaksi SakaNTB.com





