Pemkab Sumbawa Cetak 122 Tenaga Kerja Bersertifikat, Rp2,08 Miliar Digelontorkan untuk Penguatan BLK

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 25 Februari 2026-– Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa merealisasikan salah satu program prioritasnya di bidang ketenagakerjaan. Sepanjang 2025, sebanyak 122 tenaga kerja berhasil menyelesaikan pelatihan dan mengantongi sertifikat kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa.

Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di tengah persaingan pasar kerja yang semakin kompetitif.

Bacaan Lainnya

Enam Bidang Strategis

Pelatihan difokuskan pada enam bidang keahlian yang dinilai memiliki peluang kerja cukup besar, yakni barista (32 peserta), alat berat (16 peserta), boga (16 peserta), desain grafis (16 peserta), las 6G (16 peserta), dan teknik listrik (16 peserta).

Selain pelatihan berbasis kompetensi, Pemkab Sumbawa juga memfasilitasi program magang bagi 10 lulusan SMK. Program tersebut bertujuan memberikan pengalaman kerja langsung di dunia industri, sehingga peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan kerja.

Dukungan Anggaran dan Revitalisasi BLK

Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,08 miliar yang bersumber dari APBD 2025. Anggaran tersebut digunakan untuk penyelenggaraan pelatihan, peningkatan sarana dan prasarana, serta penguatan kapasitas instruktur.

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Pemkab juga melakukan revitalisasi BLK Sumbawa dan menjalin kemitraan dengan sejumlah pelaku industri. Langkah ini diambil agar kurikulum dan materi pelatihan selaras dengan kebutuhan riil pasar kerja.

Fokus pada Kemandirian dan Daya Saing

Program penciptaan tenaga kerja unggul dan mandiri menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah menilai, peningkatan kualitas tenaga kerja lokal merupakan kunci untuk menekan angka pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan sertifikasi kompetensi yang diperoleh, para peserta diharapkan memiliki pengakuan resmi atas keterampilan yang dimiliki, sehingga peluang untuk terserap di dunia kerja maupun membuka usaha mandiri semakin terbuka.

Ke depan, Pemkab Sumbawa menargetkan perluasan cakupan pelatihan dan peningkatan kolaborasi dengan sektor industri agar program serupa dapat menjangkau lebih banyak masyarakat usia produktif.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *