Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 27 Februari 2026– Rencana pembangunan Sekolah Rakyat Daerah (SRD) di Kabupaten Sumbawa kian mendekati tahap realisasi. Proyek yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) tersebut dijadwalkan mulai berproses tahun 2026, dengan lokasi pembangunan telah ditetapkan di Kecamatan Labuhan Badas.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, menyampaikan bahwa lahan milik pemerintah daerah seluas 26 hektare di depan area Pertamina Labuhan Badas telah disetujui sebagai lokasi pembangunan. Dari total luas tersebut, sekitar 5–6 hektare akan dimanfaatkan untuk kompleks sekolah terpadu.
“Lokasinya sudah disetujui dan dikonfirmasi. Lahan Pemda di Badas itu siap digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Dedy kepada wartawan, Kamis (26/2/2026).
Tender April, Konstruksi Diproyeksikan Triwulan III
Menurut Dedy, proses tender direncanakan berlangsung pada April 2026 oleh pemerintah pusat. Jika tahapan administrasi berjalan lancar, pekerjaan fisik diperkirakan mulai terlihat pada triwulan ketiga tahun ini.
Nilai anggaran pembangunan SRD tersebut diperkirakan mencapai Rp200 miliar dan bersumber dari pemerintah pusat.
“Perkiraan tender bulan April di pusat. Setelah itu masuk tahapan pembangunan sekitar triwulan ketiga,” jelasnya.
Konsep Terpadu dan Berasrama
Sekolah Rakyat Daerah dirancang dengan konsep terpadu dan berasrama. Jenjang pendidikan dasar hingga menengah pertama akan dipusatkan dalam satu kawasan, termasuk fasilitas asrama bagi peserta didik.
Saat ini, operasional sementara masih memanfaatkan fasilitas SMP Negeri 4 Sumbawa. Pemerintah daerah membuka kemungkinan perpanjangan penggunaan lokasi tersebut apabila pembangunan belum rampung tahun ini. Namun, targetnya pada 2027 seluruh aktivitas telah terpusat di kompleks baru.
“Kalau belum bisa pindah tahun ini, maka penggunaan lokasi SMP 4 akan diperpanjang. Harapan kita tahun depan sudah bisa beroperasi penuh di lokasi baru. Semua akan bergabung di sana, terpusat. Asrama juga di lokasi itu. Konsepnya tetap satu sistem,” katanya.
Pemerintah daerah memastikan fasilitas yang telah terpasang di lokasi sementara tidak akan dibongkar, melainkan tetap dimanfaatkan sebagaimana adanya.
Tunggu Kebijakan Sekolah Unggulan
Untuk jenjang pendidikan menengah atas, Pemkab Sumbawa masih menanti kebijakan pemerintah pusat terkait rencana pembentukan Sekolah Unggulan Garuda. Apabila program tersebut terealisasi, diharapkan lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah unggulan tersebut.
Pemkab Sumbawa menyatakan akan terus mengawal proses pembangunan hingga tahap operasional, guna memastikan kehadiran Sekolah Rakyat Daerah benar-benar memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





