SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com|18 Agustus 2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Malam Tasyakuran di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (18/8/2026) malam.
Tidak sekadar menjadi seremoni penutup, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi mengenai makna kemerdekaan, pentingnya menjaga persatuan, serta tanggung jawab pemerintah dan masyarakat dalam menerjemahkan pembangunan ke dalam manfaat yang nyata.
Malam Tasyakuran dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Ketua GOW, Ketua Dharma Wanita Persatuan, pimpinan organisasi wanita, pemangku kepentingan, serta masyarakat.
Ketua Panitia Penyelenggara HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., mengatakan rangkaian peringatan telah berlangsung sejak 1 Agustus 2026.
Sejumlah kegiatan digelar, antara lain lomba kebersihan desa dan kelurahan, permainan rakyat antar-OPD, Gerak Jalan Ketepatan Waktu, pelayanan kesehatan gratis dan donor darah, pawai alegoris, pengukuhan Paskibraka, renungan suci, upacara peringatan HUT RI, penyerahan remisi, hingga Malam Tasyakuran.
Rangkaian tersebut belum sepenuhnya berakhir. Pemerintah Kabupaten Sumbawa masih menjadwalkan Event JARun 2026 pada Minggu (23/8/2026).
Budi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurut dia, tingginya partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat berbagai kegiatan berlangsung lancar.
Anggaran Harus Kembali kepada Masyarakat
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot menekankan pentingnya menjaga Kabupaten Sumbawa tetap aman, damai, dan kondusif.
Ia juga menyinggung kondisi fiskal daerah serta komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Menurut Bupati, sekitar 44,55 persen belanja APBD dialokasikan untuk belanja pegawai. Karena itu, pemenuhan hak aparatur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.
“Setiap anggaran yang digunakan merupakan uang rakyat yang harus kembali dalam bentuk pelayanan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Jarot.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penekanan bahwa keterbatasan fiskal tidak semestinya menjadi alasan untuk menghentikan upaya pembangunan.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa pada 2025 tercatat 4,29 persen. Sementara itu, investasi yang tercermin dari pembentukan modal tetap bruto mencapai Rp7,65 triliun, dengan PDRB per kapita sekitar Rp36,33 juta.
Bupati menegaskan capaian tersebut perlu diterjemahkan lebih jauh menjadi penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, perbaikan pelayanan publik, dan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
Pesan Anak: “Jangan Korupsi, Pak Bupati”
Salah satu momen yang mendapat perhatian dalam acara tersebut terjadi ketika seorang anak membacakan surat yang ditujukan kepada Bupati Sumbawa.
Dengan polos, anak tersebut menyampaikan pesan, “Jangan korupsi ya, Pak Bupati.”
Pesan singkat itu mendapat respons hangat. Selain menjadi bagian menarik dari acara, pesan tersebut merefleksikan harapan sederhana generasi muda terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan amanah.
Bupati kemudian merespons dengan mendorong anak tersebut untuk mengejar cita-citanya menjadi guru. Ia menyarankan agar sang anak memilih sekolah dan jurusan yang sesuai dengan cita-citanya serta menyatakan kesiapan memberikan dukungan melalui beasiswa.
Digitalisasi Pajak dan Retribusi
Malam Tasyakuran juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan, bantuan, dan apresiasi kepada masyarakat maupun perangkat daerah.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Sumbawa meluncurkan secara simbolis optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah melalui digitalisasi sistem pembayaran.
Kegiatan tersebut turut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT Bank NTB Syariah dan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumbawa.
Digitalisasi pembayaran diharapkan dapat mendukung tata kelola penerimaan daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia, jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Kita jaga Sumbawa tetap aman, damai dan bersatu, serta kita lanjutkan kerja nyata untuk mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju dan sejahtera,” tegasnya.
Malam Tasyakuran akhirnya menjadi penutup rangkaian peringatan kemerdekaan di Kabupaten Sumbawa. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang syukuran, tetapi juga ruang untuk mengingat kembali bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui integritas, pelayanan publik, gotong royong, dan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Reporter: Saka-1
Editor Redaksi SakaNTB.com





