Muscam FK2D Moyo Hulu Tetapkan Pengurus Baru, Investasi Pertambangan Berkeadilan Jadi Sorotan

MOYO HULU, Sumbawa, SakaNTB.com| 22 Oktober 2026— Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kecamatan Moyo Hulu menetapkan kepengurusan baru sekaligus merumuskan aspirasi desa terkait investasi pertambangan yang berkelanjutan dan berkeadilan sosial. Agenda tersebut dibahas dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang dirangkaikan dengan diskusi publik di Aula Kantor Desa Semamung, Kamis (22/10/2026).

Mengusung tema “Dari Desa Via FK2D Mengawal Investasi Pertambangan Berkelanjutan dan Berkeadilan Sosial”, kegiatan ini menjadi momentum regenerasi organisasi sekaligus ruang konsolidasi pemerintah desa dalam merespons isu investasi pertambangan yang berpotensi memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dibuka oleh Camat Moyo Hulu, Deden Fitriadi, S.STP., M.Si., dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kapolsek, Danramil, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa se-Kecamatan Moyo Hulu.

FK2D Dorong Investasi Berpihak pada Masyarakat

Ketua FK2D Kecamatan Moyo Hulu periode sebelumnya, Alwan Hidayat, S.Pd.I., NL.P., mengatakan regenerasi kepemimpinan merupakan bagian penting dari keberlangsungan organisasi. Karena itu, Muscam tidak hanya menjadi forum pergantian pengurus, tetapi juga momentum untuk memperkuat arah kebijakan dan peran FK2D ke depan.

Menurut Alwan, forum tersebut diharapkan menghasilkan dua kelompok rekomendasi strategis. Pertama, rekomendasi internal untuk memperkuat kelembagaan, tata kelola, dan arah kebijakan organisasi. Kedua, rekomendasi eksternal terkait pengawalan investasi pertambangan agar memperhatikan prinsip keberlanjutan dan keadilan sosial.

“Rekomendasi yang dihasilkan nantinya merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mengawal investasi agar berjalan secara berkelanjutan, memperhatikan kepentingan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat, khususnya masyarakat di wilayah Kabupaten Sumbawa,” ungkap Alwan.

Ia menegaskan, FK2D diharapkan tidak hanya menjadi wadah komunikasi antarkepala desa, tetapi juga berperan sebagai ruang konsolidasi aspirasi desa dalam menghadapi berbagai persoalan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat.

Terkait belum hadirnya pihak manajemen perusahaan sebagai narasumber, Alwan menilai kondisi tersebut tidak menghilangkan arti penting diskusi publik. Menurutnya, forum tetap dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi persoalan, menghimpun aspirasi masyarakat desa, serta merumuskan gagasan dan rekomendasi sebagai bahan pembahasan lebih lanjut.

Camat Moyo Hulu: Musyawarah Penting bagi Penguatan Organisasi

Camat Moyo Hulu, Deden Fitriadi, mengapresiasi pelaksanaan Muscam FK2D yang dirangkaikan dengan diskusi publik mengenai pertambangan.

Ia menilai organisasi yang sehat perlu menjaga tata kelola kelembagaan melalui rapat, musyawarah, dan pergantian kepengurusan sesuai ketentuan serta kebutuhan organisasi.

Deden juga mengapresiasi langkah FK2D yang mengangkat isu pertambangan ke dalam ruang diskusi publik. Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan perhatian pemerintah desa terhadap dinamika investasi yang berpotensi membawa dampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Ia berharap diskusi tersebut menghasilkan rekomendasi yang konstruktif, mengedepankan kepentingan masyarakat, dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dalam mengawal investasi pertambangan.

Rekomendasi hasil diskusi itu, lanjutnya, direncanakan untuk disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan pihak perusahaan.

Iwan Darsono Pimpin FK2D Moyo Hulu

Selain membahas isu pertambangan, Muscam juga menetapkan kepengurusan baru FK2D Kecamatan Moyo Hulu melalui forum permusyawaratan.

Kepengurusan periode sebelumnya yang dipimpin Alwan Hidayat selaku Ketua, Yunus Syufriadi selaku Sekretaris, dan Rajuddin selaku Bendahara, mengakhiri masa kepengurusannya melalui proses regenerasi organisasi.

Dalam forum tersebut, peserta menetapkan susunan pengurus inti FK2D Kecamatan Moyo Hulu yang baru, yakni:

Ketua: Iwan Darsono, Kepala Desa Berang Rea.

Sekretaris: Maswarang, Kepala Desa Lito.

Bendahara: M. Sidik, Kepala Desa Mokong.

Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan konsolidasi antarpemerintah desa, sekaligus meningkatkan peran FK2D dalam menyalurkan aspirasi masyarakat kepada para pemangku kepentingan.

Tahapan selanjutnya meliputi penyusunan struktur kepengurusan secara lengkap, persiapan pelantikan, serta perencanaan rapat kerja kecamatan sebagai landasan pelaksanaan program organisasi.

Rekomendasi Desa Jadi Langkah Awal Pengawalan Investasi

Muscam FK2D Kecamatan Moyo Hulu menempatkan dua agenda penting dalam satu forum, yakni pembaruan kepemimpinan organisasi dan pembahasan investasi pertambangan dari perspektif masyarakat desa.

Ke depan, efektivitas forum tersebut akan tercermin dari tindak lanjut rekomendasi, komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak perusahaan, serta kemampuan organisasi mengawal aspirasi masyarakat secara konsisten.

Dengan kepengurusan baru, FK2D Moyo Hulu diharapkan semakin kuat menjalankan fungsi koordinasi, memperjuangkan kepentingan desa, dan membangun komunikasi antarpemangku kepentingan.

Prinsip keberlanjutan, keadilan sosial, dan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi isu utama yang diangkat dalam forum tersebut. Namun, sejauh mana rekomendasi itu dapat diwujudkan akan bergantung pada tindak lanjut dan komitmen para pihak terkait.

FK2D Moyo Hulu — Dari Desa Membangun Sumbawa Maju, Unggul, dan Sejahtera.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *