Sumbawa Besar, SakaNTB.com | Rabu, 30 Juli 2025– Pemerintah Kabupaten Sumbawa menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan potensi kawasan pesisir melalui penguatan ekonomi biru. Dalam rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian dan mitra pembangunan yang digelar di Aula Bappeda Sumbawa, Rabu (30/7), Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP mengungkapkan visi besar untuk menjadikan Teluk Saleh dan kawasan SAMOTA sebagai pusat unggulan ekonomi kelautan berkelanjutan di Indonesia.
Rapat ini mengangkat tema Integrasi Pembangunan Ekonomi Biru dan Pendanaan Biru dalam RPJMDes untuk Wilayah Pesisir, serta dihadiri perwakilan tiga kabupaten dalam kawasan strategis SAMOTA (Sumbawa, Dompu, dan Bima), perangkat desa pesisir, akademisi, serta perwakilan dari kementerian terkait seperti Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kemendes PDTT, dan Kemendagri. Sejumlah pejabat Provinsi NTB juga turut hadir.
Dalam pemaparannya, Bupati Jarot menyebut Teluk Saleh sebagai “permata biru” Indonesia yang belum digarap maksimal. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut menyimpan potensi ekonomi hingga Rp 20 triliun per tahun dari sektor perikanan, pariwisata laut, budidaya rumput laut, hingga komoditas pertanian seperti jagung dan bawang merah.
“Saya ingin kawasan Teluk Saleh dan SAMOTA ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis ekonomi biru, bahkan bisa melampaui Mandalika dan Labuan Bajo. Kita punya potensi besar: hiu paus, Pulau Moyo, Tambora, hingga hutan laut yang masih asli,” ujar Bupati Jarot.
Meski memiliki kekayaan biodiversitas laut dan daya tarik wisata kelas dunia, Bupati menyebut kawasan ini masih menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya adalah belum tersedianya infrastruktur penunjang seperti pelabuhan wisata, akses jalan yang belum optimal, serta belum terintegrasinya konsep pembangunan biru dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Menurutnya, jika pendekatan pembangunan ekonomi biru diintegrasikan hingga ke level desa, maka desa-desa pesisir dapat menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
“Langkah awalnya adalah integrasi dalam RPJMDes. Jika ini dilakukan, kita bisa menarik pendanaan biru dan dukungan lintas sektor. Kami ingin Teluk Saleh jadi contoh pusat keunggulan ekonomi biru nasional,” tambahnya.
Rapat ini menjadi momentum awal dalam mendorong sinergi lintas kabupaten dan kementerian untuk mengembangkan wilayah pesisir SAMOTA secara komprehensif. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap pendekatan kolaboratif ini dapat menarik dukungan pendanaan biru dari lembaga nasional maupun internasional.
Bupati menutup paparannya dengan harapan besar agar inisiatif ini menjadi tonggak sejarah pembangunan wilayah pesisir di NTB.
“Kami tidak hanya membangun desa. Kami sedang membangun masa depan dari laut, dan untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Editor: Redaksi SakaNTB
Reporter: Saka-1
Sumber: Humas Pemkab Sumbaw, (Dokumentasi Rapat Bappeda 30 Juli 2025)





