Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII 2025 di NTB, Momentum Penggerak Ekonomi dan Pengenalan Budaya Lokal

Mataram, SakaNTB.com | 26 Juli 2025 – Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) ke-8 resmi dibuka di halaman kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan semangat memajukan olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pelestarian budaya lokal.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, antara lain Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Dr. H. Agus Harimurti Yudhoyono, MSC., MPA., MA., Menteri Ekonomi Kreatif, H. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., M.T., Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat, serta sejumlah wakil menteri dan gubernur dari berbagai daerah.

Bacaan Lainnya

Fornas VIII NTB tahun ini melibatkan 38 kontingen provinsi di seluruh Indonesia dengan total peserta mencapai lebih dari 18.000 orang, termasuk 12.378 atlet, 3.878 perangkat pertandingan, dan official dari 74 induk organisasi olahraga. Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan mencapai 73, menunjukkan keberagaman dan besarnya potensi olahraga masyarakat Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan pentingnya event ini sebagai sarana untuk membangun masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif. “Fornas bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga cermin semangat Indonesia untuk maju dengan kualitas sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya.

Lebih jauh, Menko Agus Harimurti berharap Fornas dapat menjadi katalisator pengembangan ekonomi lokal. “Kami ingin pelaksanaan Fornas tidak sekadar sukses secara olahraga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan melibatkan masyarakat luas,” tambahnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, menambahkan bahwa penyelenggaraan Fornas di NTB mengusung prinsip ramah lingkungan dan penguatan budaya lokal. “Selain kompetisi olahraga, kami tampilkan pertunjukan seni tradisional, kuliner khas, dan pameran komunitas sebagai bagian dari festival ini. Ini bukti bahwa olahraga masyarakat bisa selaras dengan pelestarian budaya dan ekologi,” jelasnya.

NTB menjadikan event nasional dan internasional seperti Fornas sebagai bagian dari strategi sport tourism, memperkuat sektor UMKM, membuka lapangan kerja, dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke panggung dunia.

Fornas VIII di NTB bukan sekadar festival olahraga, melainkan gerakan bersama untuk membangun masyarakat Indonesia yang lebih sehat, berdaya, dan berbudaya.

Reporter : Saka-1

Editor : SakaNTB.com

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *