Investor Jepang Kepincut Landscape Alam Desa Batu Tering

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 9 Februari 2026– Potensi wisata alam Liang Bukal di Desa Batu Tering mulai menarik perhatian investor untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan berbasis alam. Sejumlah calon investor bersama perwakilan komunitas dan pemerintah desa melakukan survei langsung ke lokasi pada akhir pekan ini guna menilai peluang pengembangan kawasan.

Candra, seorang kontraktor interior yang mengaku memiliki jaringan investor asal Jepang, mengatakan ketertarikan muncul karena karakter alam Liang Bukal yang masih alami. Menurut dia, tren wisata saat ini mengarah pada konsep sustainable tourism atau wisata berkelanjutan yang mempertahankan keaslian lingkungan.

Bacaan Lainnya

“Kami banyak mengenal investor dari Jepang yang mencari lokasi wisata yang masih natural. Di Liang Bukal potensinya besar—mulai dari wisata air, tebing untuk climbing, hingga wisata agro seperti perkebunan stroberi,” ujar Candra saat survei lokasi.

Ia menambahkan, rencana pengembangan tidak hanya fokus pada infrastruktur wisata, tetapi juga membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, perguruan tinggi, serta komunitas pecinta alam. Sebelum kunjungan lapangan, pihaknya baru memperoleh informasi dari foto yang dibagikan oleh Nofa selaku pemilik lahan.

“Setelah melihat langsung, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, seperti revitalisasi area, standar keselamatan pengunjung, serta kebersihan lingkungan,” kata dia.

Menurut Candra, pihaknya akan menyiapkan dokumen nota kesepahaman (MoU). Survei lapangan menjadi langkah awal sebelum menyusun skema pengembangan bersama pemangku kepentingan terkait.

“Kami ingin Liang Bukal menjadi destinasi wisata alam terbaik di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat, S.Pd.I, menyambut baik kunjungan calon investor tersebut. Ia menilai kehadiran investor menjadi sinyal positif bahwa potensi wisata alam desa mulai dilirik secara luas.

“Kami sangat berterima kasih atas kedatangan calon investor. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Batu Tering dan bukti bahwa desa kami memiliki potensi wisata alam yang memumpuni,” kata Alwan.

Ia berharap penjajakan kerja sama ini segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan MoU dengan pemerintah desa. Menurutnya, pengembangan wisata Liang Bukal juga menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan potensi lain yang dimiliki desa.

“Batu Tering tidak hanya memiliki Liang Bukal, tetapi juga destinasi Ling Petang serta situs megalitikum sarkofagus. Kami berharap wisata di desa ini bisa dikenal tidak hanya secara nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya.

Pemerintah desa, kata Alwan, berkomitmen mendukung pengembangan wisata berbasis pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Reporter: Saka-2

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *