Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 29 April 2026— Angka stunting di Kabupaten Sumbawa masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting mencapai 29,8 persen, mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat berbagai upaya penurunan hingga target 21,7 persen.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Kabupaten Sumbawa, Rusmayadi, mengatakan intervensi kebijakan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
“Berbagai upaya pencegahan dan penurunan stunting kami maksimalkan melalui intervensi kebijakan, dengan harapan target penurunan sebesar 21,7 persen dapat tercapai,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/04).
Rusmayadi menjelaskan, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak anak. Kondisi ini dapat menurunkan kemampuan kognitif, daya konsentrasi, serta berpengaruh pada capaian akademik.
“Dalam jangka panjang, anak yang mengalami stunting berpotensi memiliki produktivitas kerja yang lebih rendah saat dewasa,” jelasnya.
Ia menambahkan, tingginya prevalensi stunting juga dapat menghambat upaya daerah dalam mencetak generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, anak dengan riwayat stunting memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, yang pada akhirnya meningkatkan beban pembiayaan kesehatan.
Menurutnya, persoalan stunting juga berkaitan erat dengan kemiskinan antargenerasi. Keluarga dengan kondisi ekonomi rendah cenderung lebih rentan memiliki anak stunting, yang kemudian berdampak pada peluang ekonomi anak di masa depan.
Sebagai langkah strategis, pemerintah daerah mengimplementasikan program quick wins dalam percepatan penurunan stunting. Program ini menjadi bagian dari aksi konvergensi yang menekankan sinergi antar sektor serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
“Program ini berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara mandiri, terutama dalam aspek kesehatan, gizi, dan kesejahteraan keluarga,” kata Rusmayadi.
Ia menegaskan, keberhasilan penanganan stunting tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari instansi terkait hingga masyarakat.
Upaya kolektif tersebut diharapkan mampu menurunkan angka stunting secara signifikan, sekaligus memperkuat fondasi sumber daya manusia yang sehat dan produktif di masa mendatang.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





