Bupati Sumbawa Dorong Tata Kelola Adaptif dan Berkelanjutan di Forum Nasional PERPUKADESI

Jakarta, SakaNTB.com| 5 Mei 2026 — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan daerah yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Deklarasi dan Pengukuhan Dewan Pengurus Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (PERPUKADESI) periode 2026–2031 di Gedung Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Senin (4/5).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Sarasehan Nasional bertema “Penguatan Tata Kelola dan Kepemimpinan Daerah untuk Indonesia yang Berkelanjutan” ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, purnabakti kepala daerah, serta pejabat aktif dari berbagai wilayah.

Bacaan Lainnya

Bupati yang akrab disapa Haji Jarot itu hadir bersama Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, serta Dr. Ir. H. Musyafirin, M.M. Kehadiran para pimpinan dari Pulau Sumbawa mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung agenda pembangunan nasional berbasis penguatan peran daerah.

Dalam keterangannya kepada media, Jarot menilai forum PERPUKADESI memiliki nilai strategis sebagai ruang bertukar gagasan dan pengalaman kepemimpinan lintas daerah. Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berfokus pada pencapaian fisik, tetapi juga menuntut kebijakan yang inovatif, responsif, dan berorientasi jangka panjang.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring serta menyerap praktik-praktik terbaik dari berbagai daerah, termasuk dari para kepala daerah purnabakti yang memiliki pengalaman panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kolaborasi antardaerah. Sejumlah langkah yang telah dilakukan di Kabupaten Sumbawa, seperti digitalisasi pelayanan publik dan pengelolaan anggaran partisipatif, disebutnya sebagai bagian dari upaya menuju tata kelola yang lebih modern dan transparan.

Namun demikian, Jarot mengakui masih terdapat ruang untuk perbaikan dan pembelajaran. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika global, termasuk isu perubahan iklim, ketimpangan sosial, dan percepatan transformasi digital.

“Banyak nilai kepemimpinan dari para senior yang dapat diadaptasi sesuai kearifan lokal masing-masing daerah. Ini menjadi refleksi bersama untuk memperkuat kualitas kepemimpinan ke depan,” katanya.

Deklarasi PERPUKADESI periode 2026–2031 diharapkan menjadi wadah penguatan kapasitas kepala daerah, baik yang masih aktif maupun yang telah purnabakti. Melalui forum ini, diharapkan terbangun ekosistem kepemimpinan yang lebih solid dan kolaboratif guna mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Bupati Jarot menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk terus belajar dan berinovasi dalam menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan berkelanjutan hanya dapat terwujud jika kepemimpinan di daerah benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat dan masa depan,” ujarnya.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang mengikuti kegiatan sebagai bagian dari upaya menjaring inovasi dan praktik terbaik dari daerah lain.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *