300 Siswa SDN Kanar Belajar Literasi dan Anti-Bullying Bersama Temu Hukum

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 24 Agustus 2026— Sebanyak 300 siswa SDN Kanar mengikuti kegiatan edukasi literasi dan pendidikan anti-bullying yang digelar Temu Hukum bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa, Senin (24/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Membangun Generasi Berkarakter melalui Budaya Literasi dan Pendidikan Anti-Bullying” tersebut menjadi bagian dari agenda edukasi Temu Hukum untuk memperkenalkan budaya literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada pelajar di Kabupaten Sumbawa.

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa memberikan materi mengenai pentingnya membaca dan mengenalkan layanan perpustakaan daerah kepada para siswa. Sejumlah buku bacaan juga diserahkan kepada SDN Kanar sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan minat baca di lingkungan sekolah.

Selain literasi, Tim Temu Hukum mengajak para siswa memahami pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat, saling menghargai, serta mencegah perilaku perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.

Ketua Temu Hukum, Lintang Tanjung Pangestu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan tentang seberapa besar yang dapat kami berikan, tetapi tentang bagaimana sesuatu yang sederhana dapat memberi manfaat. Semoga anak-anak membawa pulang bukan hanya buku dan pengetahuan, tetapi juga semangat untuk menjadi lebih baik dan menghargai satu sama lain,” ujar Lintang.

Materi edukasi dikemas secara interaktif melalui kuis dan permainan kelompok. Para siswa diajak membaca bahan bacaan, memahami isinya, kemudian menyampaikan kesimpulan secara berkelompok.

Metode tersebut diharapkan tidak hanya mendorong ketertarikan siswa terhadap aktivitas membaca, tetapi juga melatih kemampuan berkomunikasi, keberanian menyampaikan pendapat, dan kerja sama.

Pihak SDN Kanar menyambut positif kegiatan tersebut. Kolaborasi antara Temu Hukum dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa dinilai memberikan alternatif pembelajaran yang edukatif sekaligus melibatkan siswa secara aktif.

Temu Hukum berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Sumbawa.

Organisasi tersebut juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin terlibat sebagai relawan dalam berbagai kegiatan edukasi dan sosial yang akan datang.

Bagi Temu Hukum, penguatan literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca. Budaya literasi juga diharapkan dapat membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan membangun karakter, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan saling menghargai.

Reporter: Saka-2

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *