SUMBAWA, SakaNTB.com| 23 Oktober 2026– Pemerintah Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, memetakan 20 anak yang masuk dalam tiga kategori risiko masalah gizi, yakni stunting, wasting, dan underweight. Pemetaan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rembuk Stunting yang digelar di Aula Kantor Desa Batu Tering, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan ini menjadi forum koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan unsur terkait untuk mengidentifikasi persoalan gizi serta merumuskan langkah pencegahan dan penanganan stunting yang lebih terarah.
Rembuk dibuka langsung oleh Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat, S.Pd.I., NL.P. Hadir sebagai narasumber, Ika Fitrianisih dari bagian gizi Puskesmas Moyo Hulu, bersama unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, Tim Penggerak PKK (TPKK), dan kader Posyandu.
Dalam sambutannya, Alwan menegaskan bahwa rembuk stunting harus menghasilkan langkah konkret, bukan sekadar menjadi forum diskusi atau penyampaian data.
Menurut dia, pemetaan kondisi di lapangan perlu diikuti dengan identifikasi kelompok berisiko, penyusunan rencana intervensi, serta pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Rembuk stunting ini harus memiliki aksi yang jelas. Kita perlu memetakan kondisi di lapangan, mengidentifikasi kelompok yang berisiko, kemudian merumuskan langkah penanganan yang konkret dan memastikan programnya benar-benar menyentuh sasaran,” tegas Alwan.
Ia menjelaskan, rembuk stunting merupakan forum musyawarah untuk membahas dan menyepakati langkah percepatan pencegahan serta penanganan stunting melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa.
Pemetaan Risiko Jadi Dasar Penentuan Intervensi
Salah satu poin penting dalam kegiatan tersebut adalah pemetaan 20 anak yang tercatat dalam tiga kategori risiko masalah gizi. Data itu menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut melalui koordinasi dengan tenaga kesehatan dan kader Posyandu.
Namun, penanganan setiap kategori memerlukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing anak. Stunting berkaitan dengan gangguan pertumbuhan tinggi badan menurut umur, wasting menunjukkan kondisi berat badan yang rendah dibandingkan tinggi badan, sedangkan underweight merujuk pada berat badan yang rendah menurut umur.
Karena itu, tindak lanjut perlu mengacu pada hasil pengukuran dan penilaian tenaga kesehatan agar pendampingan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
Selain pemetaan masalah, rembuk stunting tersebut membahas empat fokus utama. Pertama, pemutakhiran dan pemetaan masalah berdasarkan data Posyandu, Puskesmas, serta kader kesehatan. Kedua, penyelarasan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif.
Ketiga, pengintegrasian program prioritas ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa. Keempat, penguatan komitmen bersama agar upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Intervensi gizi spesifik mencakup upaya yang berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Sementara itu, intervensi gizi sensitif menyasar faktor pendukung kesehatan, seperti akses terhadap air bersih, sanitasi layak, dan lingkungan yang sehat.
Perlu Tindak Lanjut dan Pengawasan
Melalui rembuk tersebut, Pemerintah Desa Batu Tering berharap terbangun kesepahaman antarpihak dalam menentukan prioritas program berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Tindak lanjut yang menjadi perhatian meliputi pemutakhiran data, pendampingan keluarga berisiko, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta pengintegrasian program prioritas ke dalam perencanaan pembangunan desa.
Pelaksanaan langkah-langkah tersebut membutuhkan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah desa, Puskesmas, kader Posyandu, dan unsur masyarakat lainnya. Perencanaan juga perlu diikuti dengan pemantauan pelaksanaan program agar intervensi yang disepakati dapat berjalan sesuai sasaran.
Rembuk Stunting Desa Batu Tering diharapkan menjadi landasan bagi upaya penanganan masalah gizi yang lebih terarah dan terpadu, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kesehatan ibu dan anak serta tumbuh kembang anak di desa tersebut.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





