Wamen Dikti Saintek Stella Christie: Presiden Prabowo Gagas Sekolah Garuda, Buka Akses Pendidikan Kelas Dunia bagi Anak Daerah 3T

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 8 Januari 2026— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggagas pendirian Sekolah Garuda sebagai terobosan strategis untuk membuka akses pendidikan menengah berkualitas dunia bagi siswa berprestasi dari seluruh penjuru Indonesia, khususnya dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa serta sejumlah Pimpinan OPD, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek), Stella Christie pada jamuan makan siang di Pendopo Bupati, Kamis (81226) mempresentasikan bahwa Sekolah Garuda dirancang untuk mematahkan paradigma lama yang menganggap sekolah unggulan hanya bisa diakses oleh siswa dari keluarga mampu atau yang berada di wilayah tertentu, terutama Pulau Jawa dan Sumatera.

Bacaan Lainnya

“Presiden ingin memastikan bahwa anak-anak berprestasi dari daerah 3T, termasuk wilayah timur Indonesia, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan kelas dunia,” ujar Stella.

Tiga Pilar Sekolah Garuda

Sekolah Garuda dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama adalah pemerataan akses pendidikan unggulan. Seleksi siswa dilakukan secara nasional berbasis prestasi, dengan skema beasiswa penuh bagi minimal 80 persen peserta didik. Seluruh siswa akan tinggal di asrama dan berasal dari berbagai provinsi, mencerminkan keberagaman Indonesia.

Pilar kedua adalah pembentukan kepemimpinan dan penguatan kebinekaan. Para siswa terbaik—yang oleh Presiden Prabowo disebut sebagai the best and the brightest—akan hidup dan belajar bersama dalam lingkungan multikultural. Pola ini diharapkan menumbuhkan empati, toleransi, dan semangat persatuan sesuai nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara pilar ketiga menitikberatkan pada prestasi akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Kurikulum Sekolah Garuda tidak hanya menuntut capaian akademik tinggi, tetapi juga mewajibkan siswa terlibat langsung dalam pemecahan persoalan sosial dan ekonomi di lingkungan sekitar. Karena itu, mayoritas Sekolah Garuda dibangun di kota kecil dan kawasan pedesaan, bukan di kota besar.

Sekolah Garuda Transformasi

Selain membangun sekolah baru, pemerintah juga menjalankan program Sekolah Garuda Transformasi, yakni pembinaan terhadap SMA unggulan yang telah ada agar mampu bersaing dan menembus universitas terbaik dunia.

Hingga saat ini, lulusan sekolah yang masuk program transformasi tersebut telah diterima di berbagai perguruan tinggi ternama dunia dengan beasiswa penuh, termasuk di Amerika Serikat dan Eropa.

Target Nasional dan Lokasi di Luar Jawa

Presiden Prabowo menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda baru dan 80 Sekolah Garuda Transformasi, dengan sebagian besar lokasi berada di luar Pulau Jawa. Beberapa sekolah baru bahkan telah mulai dibangun di Belitung Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara.

Tak berhenti di jenjang SMA, pemerintah juga menyiapkan beasiswa kuliah luar negeri bagi lulusan Sekolah Garuda yang berprestasi dan membutuhkan, termasuk ke universitas papan atas dunia. Program ini berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bagian dari strategi pra-university program nasional.

Menuju Pengakuan Global

Untuk memperkuat daya saing global, Presiden Prabowo juga menjalin komunikasi langsung dengan sejumlah pimpinan negara serta universitas ternama dunia guna membuka jalur penerimaan khusus bagi lulusan Sekolah Garuda.

“Langkah ini dilakukan agar kualitas pendidikan Indonesia semakin diakui di tingkat internasional,” tambah Stella.

Melalui Sekolah Garuda, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial, wawasan global, serta komitmen kuat untuk kembali membangun Indonesia dari daerah asalnya.

Reporter: (Saka-1)

Editor: (Redaksi SakaNTB.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *