Yogyakarta, SakaNTB.com| 23 Januari 2026-– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menganugerahkan status Anggota Kehormatan PWI kepada Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Penganugerahan ini menjadikan Sultan HB X sebagai tokoh pemimpin daerah pertama di Yogyakarta yang menerima Kartu Anggota Kehormatan PWI.
Prosesi penganugerahan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, dan berlangsung dalam agenda Pelantikan Pengurus PWI DIY di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Kamis (22/1).
Sebagai simbol penghargaan, Sultan HB X menerima kartu anggota kehormatan, sertifikat, serta jas PWI yang dikenakan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menjelaskan bahwa status Anggota Kehormatan PWI diberikan kepada tokoh nasional maupun daerah yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap kemerdekaan pers, menjaga hubungan konstruktif dengan insan media, serta berkontribusi bagi penguatan ekosistem pers yang sehat.
“Kami dari PWI Pusat memberikan anugerah Anggota Kehormatan PWI kepada Gubernur Yogyakarta karena komitmen beliau terhadap kemerdekaan pers dan hubungan yang baik dengan insan pers,” ujar Akhmad Munir.
Ia menegaskan, Sri Sultan Hamengku Buwono X merupakan pemimpin daerah pertama di Yogyakarta yang menerima penghargaan tersebut.
Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan bahwa pemerintah dan pers memiliki peran berbeda, namun sama-sama penting dalam menopang kehidupan demokrasi dan kepentingan publik.
“Pemerintah dan pers itu bagaikan tiang pancang pada sebuah jembatan. Penempatannya berbeda, tetapi sama-sama menjadi soko guru jembatan tersebut,” ujar Sultan HB X kepada wartawan usai acara.
Menurut Sultan, relasi yang sehat antara pemerintah dan pers akan berdampak langsung pada rasa aman dan kenyamanan masyarakat. “Bagaimana pemerintah dan pers saling menyangga dengan baik, dengan harapan jembatan itu dilalui publik dan rakyat merasa nyaman serta aman,” imbuhnya.
Menanggapi usulan Ketua PWI DIY, Hudono, serta Ketua Umum PWI Pusat terkait gagasan menjadikan Yogyakarta sebagai Pusat Pers Pancasila, Sri Sultan menyarankan agar dilakukan studi akademik terlebih dahulu.
“Jika kajian akademik memberikan lampu hijau, saya akan berkomunikasi dengan DPRD. Jika semuanya oke, gagasan menjadikan Yogya sebagai pusat pers Pancasila bisa berjalan,” kata Sultan.
Dalam kepengurusan PWI DIY yang dilantik, tercatat sejumlah tokoh sebagai penasihat, antara lain GKR Mangkubumi, Prof. Dr. Drs. Edy Suandi Hamid, Drs. A. Hafid Asrom, MM, Prof. Dr. Suyanto, dan Ki Bambang Widodo.
Sementara itu, jajaran dewan pakar diisi oleh Prof. Dr. Muchlas, Prof. Dr. Sujito, SH, MSi, Prof. Pardimin, PhD, Dr. Aciel Suyanto, SH, MH, Dr. Esti Susilarti, M.Par, Dr. TM. Luthfi Yazid, SH, LL.M., serta Ahmad Subagya.
Reporter: Saka-1*
Editor: Redaksi SakaNTB.com





