SUMBAWA, SakaNTB.com| 15 Juni 2026– Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang meningkat selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikannya saat meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di RT 002/RW 002, Dusun Lenangguar A, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, Senin (15/6).
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Lenangguar, serta Kepala Desa Lenangguar.
Menurut Ansori, cuaca panas dan kondisi kemarau yang berlangsung saat ini menuntut masyarakat untuk lebih siaga terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran, baik yang berasal dari instalasi listrik maupun sumber api lainnya.
“Kalau melihat kondisi masyarakat saat ini dalam menghadapi musim kemarau, semuanya harus selalu dicek dan tetap siap siaga. Kami juga sering turun langsung ke lokasi-lokasi yang mengalami kebakaran,” ujarnya.
Ia meminta para kepala desa dan kepala dusun untuk lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan kebakaran. Edukasi tersebut antara lain mencakup pengecekan instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik secara aman, serta memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi memicu kebakaran sebelum meninggalkan rumah.
“Saya sampaikan kepada Pak Kades dan terutama para kepala dusun agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Musibah kebakaran sering kali datang tanpa diduga. Saat akan keluar rumah, pastikan semua potensi yang dapat menyebabkan kebakaran sudah diperiksa. Cuaca panas seperti sekarang menuntut kita untuk lebih waspada dan siap siaga,” tegasnya.
Wakil Bupati juga menyoroti arus pendek listrik sebagai salah satu penyebab utama kebakaran yang kerap terjadi di permukiman warga. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk secara berkala memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Kalau penyebabnya arus pendek listrik, maka instalasi kabel harus diperiksa dengan baik. Begitu juga dengan faktor penyebab lainnya, semuanya harus diantisipasi sejak dini,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ansori memastikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa hadir untuk membantu warga yang tertimpa musibah. Sejumlah OPD teknis telah diterjunkan ke lokasi, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
BPBD telah menyalurkan bantuan logistik kepada para korban, sementara Dinas PRKP akan mengalokasikan anggaran untuk membantu proses perbaikan rumah yang terdampak kebakaran sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah hadir dengan tim lengkap untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat. Insyaallah rumah yang terdampak akan dibangun kembali sesuai aturan yang ada sehingga warga dapat terbantu melalui program pemerintah daerah,” pungkasnya.
Berdasarkan data di lapangan, kebakaran mengakibatkan dua unit rumah mengalami kerusakan total (100 persen), yakni rumah milik Haji Saipudin dengan estimasi kerugian sekitar Rp80 juta dan rumah milik Hasbullah dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Selain itu, satu unit rumah milik Junaidi turut terdampak dengan tingkat kerusakan sekitar 5 persen dan estimasi kerugian mencapai Rp6 juta.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material yang ditimbulkan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Reporter: Saka-2
Editor: Redaksi SakaNTB.com





