Kades Baturotok Salurkan Zakat Maal Hasil Kopi melalui BAZNAS Sumbawa

SUMBAWA, SakaNTB.com| 25 Agustus 2026— Kepala Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, Edy Wijaya Kusuma, menunaikan zakat maal dari hasil perkebunan kopi melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa.

Penyerahan zakat berlangsung di Masjid Jami Baitussalam, Desa Baturotok, Senin (24/8/2026), bertepatan dengan kegiatan pendistribusian bantuan bagi 100 mustahik di desa tersebut.

Bacaan Lainnya

Zakat maal tersebut diterima Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., bersama jajaran pimpinan BAZNAS. Hadir pula perangkat Desa Baturotok, para mustahik, serta masyarakat setempat.

Langkah Edy dinilai menjadi bentuk keteladanan dalam menunaikan kewajiban zakat sekaligus mendorong masyarakat yang telah memenuhi syarat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, mengapresiasi penunaian zakat tersebut. Menurutnya, zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban ibadah, tetapi juga memiliki fungsi sosial dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ia berharap keteladanan tersebut dapat diikuti masyarakat, khususnya para petani dan pekebun yang telah memenuhi ketentuan untuk menunaikan zakat maal.

Sementara itu, Edy Wijaya Kusuma mengatakan zakat yang disalurkannya merupakan bentuk syukur atas rezeki yang diperoleh sekaligus tanggung jawab moral sebagai kepala desa untuk memberikan contoh kepada masyarakat.

“Zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk syukur dan kepedulian kepada sesama. Apa yang kita miliki ada hak saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Penyerahan zakat tersebut berlangsung bersamaan dengan program pendistribusian bantuan kepada 100 mustahik di Desa Baturotok. Momentum itu memperlihatkan keterhubungan antara penghimpunan zakat dari masyarakat dan penyalurannya kepada kelompok yang berhak menerima.

BAZNAS Kabupaten Sumbawa berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kewajiban zakat dapat menyalurkannya melalui lembaga resmi. Dengan pengelolaan yang terorganisasi, zakat diharapkan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Bagi Edy, penunaian zakat tersebut bukan semata-mata kegiatan seremonial. Sebagai pemimpin di tingkat desa, ia ingin menunjukkan bahwa ajakan untuk berbagi perlu disertai dengan tindakan nyata.

Dari hasil perkebunan kopi, sebagian rezeki ditunaikan sebagai zakat dan selanjutnya dikelola untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari keteladanan dan partisipasi bersama.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *