SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 5 November 2026– Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Ia meminta kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Model Agribisnis dan Akselerasi Swasembada (PM-AAS) tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus menghasilkan langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh petani.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis PM-AAS Kabupaten Sumbawa di Aula Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian RI, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi NTB, jajaran pemerintah daerah, koordinator penyuluh, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Dalam sambutannya, Ansori mengapresiasi penyelenggaraan Bimtek sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya penyuluh yang menjadi ujung tombak pendampingan petani di lapangan.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kegiatan tidak cukup diukur dari terlaksananya pelatihan, melainkan dari perubahan nyata dalam praktik pertanian dan peningkatan hasil produksi.
“Jangan sampai BIMTEK hanya menjadi kegiatan seremonial. Harus ada tindak lanjut dan perubahan yang dirasakan petani,” tegasnya.
Menurut Ansori, pendampingan penyuluh harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap persiapan lahan, pemilihan benih, pemupukan, pengelolaan pengairan, hingga pemasaran hasil panen.
Ia menilai peningkatan produktivitas tidak boleh hanya berorientasi pada kuantitas hasil panen. Kepastian pasar dan nilai jual komoditas juga harus menjadi perhatian agar peningkatan produksi berbanding lurus dengan pendapatan dan kesejahteraan petani.
Selain persoalan produktivitas, Ansori turut menyoroti tantangan pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Sumbawa. Ketersediaan air yang relatif melimpah saat musim hujan belum sepenuhnya menjamin kebutuhan pertanian ketika memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan inovasi dan langkah konkret dalam pengelolaan serta pemanfaatan sumber daya air. Upaya itu penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian sekaligus meningkatkan indeks pertanaman.
Ia juga mengajak pemerintah daerah, penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan dan desa, serta kelompok tani untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama. Sinergi antarpihak dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan pertanian.
Melalui Rakor dan Bimtek PM-AAS ini, peningkatan kapasitas penyuluh diharapkan dapat diikuti dengan program pendampingan yang terukur, penerapan inovasi pertanian, serta penguatan sistem agribisnis dari hulu hingga hilir.
Dengan demikian, pelaksanaan PM-AAS di Kabupaten Sumbawa diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan produksi pertanian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





