Langkah Nyata untuk Sumbawa: Jepang dan KSF Serahkan Hibah Revitalisasi Posyandu

Sumbawa Besar, SakaNTB.com (19 Juni 2025) –Sinar matahari pagi menyambut semangat baru di Posyandu Durian 4, Desa Jurumapin, Kecamatan Buer. Di lokasi yang dulu sempat porak poranda akibat gempa 2018, kini berdiri kembali fasilitas layanan dasar yang lebih kokoh, bersih, dan siap melayani. Hari ini, bantuan revitalisasi dari Pemerintah Jepang dan Kartika Soekarno Foundation (KSF) resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Bacaan Lainnya

Hibah ini mencakup renovasi gedung posyandu dan PAUD, penyediaan peralatan kesehatan anak, pelatihan bagi tenaga pendidik, serta dukungan sistem monitoring dan manajemen layanan. Tak kurang dari 800 ibu hamil dan balita telah merasakan manfaat dari program ini di tiga kecamatan: Buer, Alas, dan Alas Barat.

“Kami tidak hanya membangun ulang gedung, tapi juga menanam kembali harapan,” ujar Ohmichi Takuma, Sekretaris Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga fasilitas ini agar terus memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam sambutannya mengapresiasi penuh kolaborasi ini. Menurutnya, meski gempa sudah lama berlalu, pemulihan di lapangan masih terus berjalan, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan dasar.

“Kami masih menghadapi kenyataan pahit: banyak wilayah kami belum punya akses layak ke layanan dasar. Namun, kami tak akan menyerah. Sumbawa akan berlari, mengejar ketertinggalan dengan langkah konkret,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa membuka pintu seluas-luasnya bagi kerja sama lintas sektor, demi memastikan pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Sementara itu, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., selaku Bunda PAUD Kabupaten Sumbawa, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat tepat sasaran. Beberapa desa penerima manfaat seperti Kalabeso, Jurumapin, Labuhan Alas, Baru, Lekong, dan Usar Mapin kini memiliki ruang yang aman dan layak untuk anak-anak tumbuh dan belajar.

“Kita harus terus memperjuangkan pendidikan anak usia dini. Karena masa depan Sumbawa ditentukan oleh bagaimana kita membesarkan generasi hari ini,” ujarnya penuh keyakinan.

Revitalisasi posyandu ini adalah langkah kecil dengan dampak besar. Ini bukan hanya tentang bangunan yang diperbaiki, tapi tentang mengembalikan hak dasar masyarakat: hak untuk sehat, hak untuk tumbuh, dan hak untuk bermimpi. (Saka-1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *