Sumbawa Besar, SakaNTB.com (19/6/2025)– Upaya pelestarian satwa endemik Rusa Sumbawa (Rusa Timorensis) menjadi perhatian serius berbagai pihak, seiring meningkatnya ancaman perburuan liar di wilayah ini. Regulasi yang tegas dan kepastian hukum dinilai sebagai kunci utama dalam menjaga kelestarian populasi rusa agar tetap stabil, bahkan meningkat.
Seorang akademisi dari Universitas Samawa (Unsa), Dr Andy Haris, MPd angkat bicara terkait rencana Pemerintah Kabupaten Sumbawa melepas ratusan rusa (mayung) ke habitat aslinya.
Menurutnya, Rusa Sumbawa memiliki nilai ekologis dan budaya yang tinggi. Dalam catatan sejarah, pada masa Kesultanan Amarullah, perburuan rusa sempat diizinkan bagi pihak luar melalui skema tertentu. Namun, konteks kebijakan masa lampau tentu berbeda dengan tantangan konservasi yang dihadapi saat ini.
“Zaman dulu, perburuan mungkin masih bisa dikendalikan dan dilakukan dalam skala terbatas. Tapi sekarang, dengan populasi yang semakin terancam, pendekatan hukum dan pengawasan menjadi sangat penting,” ujar Dr Andy.
Selain rusa, hewan liar lainnya seperti babi hutan juga kerap menjadi target perburuan. Aktivitas ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengawasan di lapangan perlu ditingkatkan, termasuk dengan melibatkan aparat negara.
Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dianggap strategis dalam memperkuat patroli dan pengawasan di kawasan hutan serta padang sabana, yang merupakan habitat alami rusa Sumbawa.
“Kami mendorong agar TNI turut diberdayakan dalam upaya pengamanan lapangan. Ini bukan hanya soal rusa, tapi juga soal menjaga kekayaan hayati sebagai warisan bangsa,” ucapnya.
Pemerintah daerah diharapkan segera menyusun regulasi yang lebih tegas dan operasional terkait pelarangan perburuan, serta menetapkan mekanisme perlindungan habitat yang komprehensif. Tak kalah penting, edukasi kepada masyarakat sekitar perlu digencarkan agar kesadaran konservasi tumbuh dari akar rumput.
Selain pendekatan hukum dan edukasi, pembatasan jarak antara kawasan penangkaran rusa dengan permukiman juga sangat diperlukan. Hal ini sebagai langkah antisipatif terhadap potensi perburuan liar, baik oleh masyarakat lokal maupun pendatang yang bahkan rela menunggu di tengah laut demi mendapatkan buruan.
Menariknya, rusa Sumbawa memiliki kebiasaan unik, mereka kerap menyeberangi laut untuk mencari pasangan atau sumber pakan baru. Fenomena ini semakin mempertegas pentingnya pengawasan lintas kawasan dan perlindungan yang lebih luas terhadap jalur migrasi satwa.
“Dengan penguatan regulasi, dukungan aparat, serta keterlibatan aktif masyarakat, harapan untuk melihat populasi rusa Sumbawa pulih dan lestari bukanlah hal yang mustahil, ” tandanya. (Saka-1)





