Wabup, H. Ansori : Car Free Night Jadi Ajang Silaturahmi, Hiburan Rakyat, dan Pendorong Geliat Ekonomi UMKM

Sumbawa Besar, SakaNTB.com | 13 Juli 2025-– Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menggelar kegiatan Car Free Night (CFN) yang dipusatkan di kawasan Lapangan Pahlawan dan sekitarnya Sabtu malam (12/6). Acara berjalan sukses meski ada beberapa catatan yang menjadi bahan evaluasi untuk pembenahan.

Menanggapi tentang penyelenggaraan kegiatan CFN, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekedar penutupan jalan untuk kendaraan bermotor, tetapi menjadi momen penting untuk kebangkitan ekonomi kerakyatan, pelestarian budaya lokal, serta penguatan silaturahmi antara masyarakat dan pemerintah.

Bacaan Lainnya

Dalam pernyataannya, Wakil Bupati mengapresiasi antusiasme masyarakat pada hari pertama pelaksanaan CFN. Ia menyebut bahwa sejak pukul 17.00 WITA, masyarakat sudah memadati area Lapangan Pahlawan.

“UMKM kita benar-benar hidup. Banyak pedagang yang dagangannya ludes diborong pengunjung. Ini jadi bukti bahwa CFN membawa dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Ansori menyampaikan bahwa pelaksanaan CFN akan dievaluasi secara berkala untuk memperbaiki segala kekurangan.

“Kami sudah rapat beberapa kali untuk memastikan pelaksanaan CFN agar berjalan lancar. Misalnya soal pengelolaan sampah, penerangan, sanitasi, dan trotoar, semua akan kami benahi agar nyaman dan aman bagi pengunjung,” kata Wabup.

Selain mendongkrak UMKM, CFN juga menjadi ruang hiburan rakyat yang murah meriah. Pemerintah berencana menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari beragam etnis yang ada di Sumbawa, seperti tari-tarian tradisional, musik kasidah, hingga pertunjukan komunitas remaja.

“CFN ini juga menjadi panggung ekspresi budaya. Semua etnis bisa tampil dan menunjukkan kekayaan budayanya, dari Jawa, Bima, Bali, hingga Lombok. Ini akan mempererat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat kita,” ungkapnya.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam kegiatan ini. Ia bahkan membuka kemungkinan agar masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan pimpinan daerah di Pendopo.

“Pendopo ini bukan hanya simbol kekuasaan, tapi juga tempat rakyat bisa bersilaturahmi dengan pemimpinnya,” katanya.

Kawasan sekitar Lapangan Pahlawan juga akan ditata agar lebih representatif sebagai pusat kegiatan publik. Termasuk mempercantik area dengan penghijauan dan bunga, serta menonjolkan potensi wisata sejarah dan religi seperti Masjid Agung Nurul Huda, makam Kesultanan Sumbawa, bangunan bersejarah serta peninggalan budaya lainnya.

Pemerintah juga merencanakan berbagai aktivitas pendukung seperti night fun run, jalan sehat malam, hingga konser rakyat dan kegiatan keagamaan seperti tabligh akbar, sebagai bagian dari upaya menghidupkan kota di malam hari tanpa meninggalkan nilai-nilai religius dan kebersamaan.

“Dengan CFN, kita ingin Sumbawa bukan hanya unggul secara ekonomi, tapi juga maju dalam seni budaya dan religiusitasnya. Ini semua sejalan dengan visi besar kami: Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera,” tutupnya.

Pemerintah berharap CFN dapat terus dikembangkan di titik-titik lain seperti Samota, GOR Mampis Rungan, hingga kawasan wisata seperti Pantai Jempol dan Ai Loang, sehingga geliat ekonomi dan sosial masyarakat dapat dirasakan lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.

Ditambahkan, CFN juga merupakan bagian dari implementasi 12 program unggulan Jarot-Ansori, mewujudkan Sumbawa yang Unggul, Maju dan Sejahtera yang bermuara pada kesejahteraan Tau dan Tana Samawa.

Reporter : Saka-1 | Editor : Redaksi SakaNTB.com

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *