Wabup Sumbawa Buka OPAI XI, Tekankan Urgensi Pendidikan Agama Sejak Usia Dini

Sumbawa Besar, SakaNTB.com | 22 Juli 2025 — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, membuka secara resmi Olimpiade Pendidikan Agama Islam (OPAI) ke-XI tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Sumbawa, Selasa (22/7). Kegiatan yang dipusatkan di SDN 2 Sumbawa Besar ini akan berlangsung selama tiga hari, hingga 24 Juli mendatang.

Dalam sambutannya, Wabup Ansori memberikan apresiasi tinggi kepada Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) atas inisiasi dan konsistensinya dalam menyelenggarakan ajang tahunan ini. Ia menilai OPAI bukan sekadar lomba, melainkan bagian penting dari upaya membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia.

Bacaan Lainnya

“Melalui OPAI, kita berharap akan lahir generasi yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Inilah hakikat pendidikan sesungguhnya,” ujar Wabup Ansori.

Ia juga menyoroti pentingnya peran sinergis antara sekolah dan keluarga dalam memberikan pendidikan agama sejak dini. Menurutnya, keberhasilan pendidikan agama tidak hanya ditentukan oleh kurikulum di ruang kelas, tetapi juga oleh keteladanan yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan sosial.

“Anak-anak belajar bukan hanya dari buku, tetapi dari apa yang mereka lihat dan alami setiap hari. Maka penting bagi kita semua, baik guru maupun orang tua, menjadi contoh yang baik dalam menerapkan nilai-nilai Islam,” tambahnya.

OPAI XI Kecamatan Sumbawa kali ini mempertandingkan sejumlah cabang lomba seperti Tilawatil Qur’an, Tartil Qur’an, Hifzhil Qur’an, serta Cerdas Cermat Islam. Ratusan peserta dari sekolah dasar di seluruh kecamatan antusias mengikuti kompetisi yang tidak hanya mengasah kemampuan mereka, tetapi juga mempererat ukhuwah islamiah antar siswa.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat pemahaman agama di kalangan pelajar sejak usia dini, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan ajaran Islam dalam konteks kehidupan berbangsa yang majemuk.

Reporter : Saka-1 | Editor : Redaksi SakaNTB.com

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *