Sumbawa Besar, SakaNTB.com | 27 Juli 2025— Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal kembali menggelora di Desa Tatede, Kecamatan Lopok, Kabupaten Sumbawa. Kamis (23/7/2025), ratusan warga bersama para pejabat daerah mengikuti rangkaian kegiatan Mangan Barema, tradisi makan bersama yang telah menjadi ikon budaya desa sejak ditetapkan sebagai Desa Budaya pada 2017.
Berlangsung di Panggung Serbaguna dan Masjid Al-Ikhlas Dusun Tatede Luar sejak pukul 08.30 WITA, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wujud rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah—sebuah ekspresi gotong royong yang hidup dalam denyut nadi masyarakat agraris.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Wakil Bupati, Drs H Mohamad Ansori, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., Dandim 1607/Sumbawa Letkol Kav. Basofi Cahyowibowo, S.T., serta sejumlah pimpinan dan anggota DPRD serta pimpinan OPD Kabupaten Sumbawa. Sekitar 400 warga dan tamu undangan turut memeriahkan perhelatan budaya ini.
Pawai Junjung Pasaji dan Tarian Tradisional
Rangkaian acara dimulai dengan Pawai Junjung Pasaji, arak-arakan makanan oleh masyarakat dan tamu kehormatan sebagai simbol kerukunan dan syukur. Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian daerah dan Bakelong—seni tutur khas Sumbawa—yang dibawakan oleh siswa-siswi SDN Tatede.
Kepala Desa Tatede, Subadri, A.Ma., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Mangan Barema bukan sekadar tradisi makan bersama, melainkan refleksi nilai budaya, gotong royong, dan solidaritas sosial yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Tatede. Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi daya tarik budaya khas Sumbawa.
Komitmen Pelestarian Budaya
Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi sebagai bentuk warisan tak benda yang memiliki nilai luhur.
“Ini adalah warisan tak ternilai yang harus kita rawat dan wariskan kepada generasi berikutnya. Silaturahmi adalah jiwa dari tradisi ini, menjadi pondasi harmoni sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Bupati Sumbawa yang menyambut baik penyelenggaraan Mangan Barema. Ia menyebut kegiatan seperti ini mampu memperkuat identitas budaya dan membangun solidaritas sosial antarkomunitas. Dalam arahannya, Bupati meminta dinas terkait agar Mangan Barema dimasukkan ke dalam agenda tahunan Kabupaten Sumbawa sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan desa berbasis budaya.
Penutup Penuh Makna
Acara ditutup dengan santap bersama di pelataran Masjid Al-Ikhlas, menjadi puncak dari rasa syukur dan semangat berbagi. Seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib berkat pengamanan gabungan dari personel Polsek Lape, Koramil Lape, serta Linmas Desa Tatede.
Dengan mengusung tema tahun ini: “Kewa Mangan Barema Tusakuat Adat Saling Tulung Uman Tusaneja Samawa Unggul Maju dan Sejahtera,” masyarakat Desa Tatede menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga identitas budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di wilayah Sumbawa.
Reporter : Saka-1
Editor : Redaksi SakaNTB.com





