Opini:
Penulis: Hendro
(Ketua PC PMII Sumbawa)
SUMBAWA, 10 Augustus 2025– Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945 setiap tahunnya kita peringati sebagai bentuk penghargaan dan pengabdian atas jasa para pahlawan dan pendiri bangsa. Momentum ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya generasi muda, untuk merenungkan perjalanan panjang bangsa ini.
Kini, Indonesia telah berusia 80 tahun sejak diproklamasikan. Sebuah usia yang menandakan kedewasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kurun waktu tersebut, bangsa ini telah melalui berbagai dinamika—baik keberhasilan maupun tantangan—yang membentuk karakter serta arah pembangunan nasional.
Di tengah usia yang semakin matang, pemerintah terus melakukan berbagai pembenahan. Masyarakat mulai merasakan angin segar, khususnya sejak kepemimpinan Presiden H. Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu program unggulan yang patut diapresiasi adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang resmi diluncurkan pada 1 Januari 2025. Program ini diharapkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara bertahap, termasuk di Kabupaten Sumbawa.
Kabupaten Sumbawa, yang dikenal sebagai Tanah Intan Bulaeng dan merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, tengah menghadapi persoalan serius dalam hal gizi dan kesehatan anak. Berdasarkan keterangan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sumbawa, dr. Hj. Nieta Ariyani, pada 5 Juni 2025, angka stunting di Sumbawa tercatat sebesar 8,67 persen. Namun, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai 29 persen. Perbedaan data ini menandakan perlunya perhatian serius dan solusi konkret dari seluruh pihak.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumbawa memandang bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah solutif dalam menanggulangi permasalahan stunting dan memperbaiki kualitas kesehatan anak. Program ini diyakini akan menjadi sarana strategis dalam meningkatkan asupan gizi, terutama bagi anak-anak usia sekolah dan kelompok rentan lainnya.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan SPPG Polres Sumbawa pada 6 Agustus 2025, juga menyampaikan harapan bahwa kehadiran SPPG tidak hanya memberikan dampak pada sektor keamanan, tetapi juga memberikan efek domino bagi sektor ekonomi dan pemenuhan gizi anak-anak di Kabupaten Sumbawa.
Melihat potensi dan urgensi tersebut, PMII Sumbawa menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG dan mendorong Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk segera merealisasikannya. Program ini tidak dapat dijalankan sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi lintas sektor bersama pemangku kepentingan, di antaranya: Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik, BPOM, SPPI, serta OPD terkait lainnya.
Program MBG memiliki cakupan yang luas, menyasar anak-anak PAUD, SD, SMP, SMA, pesantren, hingga ibu hamil dan menyusui. Untuk itu, perlu dikawal secara serius agar implementasinya tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kami, PMII Sumbawa, mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Sumbawa untuk bersama-sama mengawasi dan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ini. Kesuksesan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat serta komitmen semua pihak dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berpikir maju.
Mari kita jadikan momentum 17 Agustus sebagai penggerak semangat kolektif untuk memperjuangkan kesehatan generasi bangsa, demi masa depan Tau dan Tana Samawa yang lebih cerah dan berdaya saing.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat!
Salam Pergerakan!





