Operasi Patuh Karantina 2025 di Pelabuhan Pototano: Edukasi Humanis untuk Lindungi Pertanian dan Peternakan NTB

Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, SakaNTB.com| 11 Agustus 2025 — Puluhan kendaraan pengangkut komoditas pertanian seperti jagung, gabah, bawang merah, dan kacang-kacangan terjaring dalam Operasi Patuh Karantina 2025 yang digelar Karantina Pertanian NTB bekerja sama dengan Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL), TNI, dan Kesyahbandaran, Kamis (8/8).

Berbeda dari operasi karantina sebelumnya, kegiatan kali ini menonjolkan pendekatan humanis sebagai upaya utama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap pentingnya prosedur karantina sebelum melakukan lalulintas hewan, ikan, dan tumbuhan antarwilayah.

Bacaan Lainnya

Kepala Karantina Pertanian NTB, Agus Mugiyanto, menegaskan bahwa operasi ini bukan semata soal penindakan, melainkan membangun pemahaman dan kesadaran yang mendalam bagi seluruh pihak.

“Kami ingin menekankan pentingnya pelaporan sebelum membawa komoditas keluar atau masuk wilayah, agar pertanian dan peternakan kita terjaga dari risiko masuknya hama dan penyakit,” ujar Agus dalam sambutannya.

Selain kendaraan angkutan barang, operasi juga menyasar bagasi penumpang bus, travel, hingga kendaraan pribadi. Dalam pemeriksaan ditemukan sejumlah komoditas tanpa dokumen karantina resmi. Namun, petugas memilih pendekatan edukasi terlebih dahulu dengan mengarahkan pemilik barang untuk segera melengkapi dokumen yang diperlukan.

Meski mengedepankan pendekatan persuasif, petugas tetap menjalankan pengawasan ketat terhadap potensi risiko biologis. Agus mencontohkan penahanan 9 ekor ayam dalam bagasi bus yang berpotensi menularkan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK). “Kasus ini menjadi contoh nyata bahwa kita harus tegas demi menjaga kesehatan hewan di wilayah ini,” tambahnya.

Melalui Operasi Patuh Karantina 2025 yang humanis dan edukatif, Karantina Pertanian NTB berharap tercipta sinergi dengan masyarakat dan pelaku usaha, demi menjaga keberlangsungan pertanian dan peternakan yang sehat, aman, serta bebas dari ancaman hama dan penyakit.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *