Sumbawa Siap Genjot Industrialisasi Unggas, Kementan RI Mulai Lakukan Survei

Sumbawa Besar, SakaNTB.com | 22 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah menyiapkan langkah besar dalam pengembangan sektor peternakan. Daerah ini bersiap membangun Integrated Poultry Industry atau industri unggas terpadu sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggas lokal.

Komitmen ini ditunjukkan melalui kunjungan Tim Survey Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI ke Kabupaten Sumbawa, Jum’at (21/11). Mereka diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP.

Bacaan Lainnya

Sekda Budi menilai kehadiran tim pusat menjadi momentum penting transformasi peternakan rakyat menuju pola industri terintegrasi.

“Penguatan tidak hanya di sektor hulu seperti produksi, tetapi juga pada hilirisasi—mulai dari pemrosesan, distribusi hingga pemasaran produk unggas. Dengan begitu, daya saing meningkat dan peternak memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Konsep industri unggas terpadu tersebut akan menyatukan seluruh rantai pasok: penyediaan pakan, pembibitan, budidaya, rumah potong unggas, hingga pemasaran produk olahan. Pemkab optimistis langkah ini mampu menekan ketergantungan pasar luar daerah, menstabilkan harga, dan memperluas lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

“Kami siap berkolaborasi penuh dengan Kementerian Pertanian. Hadirnya industri unggas terpadu akan menjadi game changer bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan peternak,” tambah Sekda.

Selama di Sumbawa, Tim Kementan RI akan melakukan survei mendalam mencakup peninjauan lokasi, pemetaan potensi wilayah, hingga analisis kebutuhan teknis. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penyusunan master plan serta studi kelayakan sebelum proyek direalisasikan.

Pemkab Sumbawa menyambut antusias agenda ini sebagai bentuk sinergi pusat-daerah dalam mendorong industrialisasi sektor peternakan yang berkelanjutan.

“Ini langkah awal yang sangat menentukan. Kami berharap hasil asesmen dapat segera ditindaklanjuti sehingga Sumbawa mampu tampil sebagai pusat unggas modern dan kompetitif,” tutup Sekda Budi.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *