Aksi Copet di Pasar Seketeng Digagalkan, Polisi Selamatkan Terduga Pelaku dari Amukan Massa

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 24 Maret 2026— Upaya pencopetan yang terjadi di Pasar Seketeng, Kelurahan Seketeng, pada Selasa (24/3/2026) pagi berhasil digagalkan berkat kesigapan korban dan warga sekitar. Terduga pelaku, seorang perempuan berinisial H (34), sempat menjadi sasaran kemarahan massa sebelum diamankan oleh aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WITA saat korban, SJ (25), seorang pedagang ikan, tengah melayani pembeli di lapaknya. Dalam kondisi pasar yang ramai, terduga pelaku diduga memanfaatkan kelengahan korban dengan berpura-pura menjadi pembeli.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Sumbawa, Iptu Rohmad Rondhi, menjelaskan bahwa pelaku diduga mengambil tas milik korban yang diletakkan di samping lapak.

“Terduga pelaku berpura-pura bertransaksi. Saat korban lengah, tas korban diambil secara diam-diam,” ujarnya.

Aksi tersebut segera disadari korban yang kemudian berteriak meminta pertolongan. Teriakan itu memicu respons cepat dari para pedagang dan pengunjung pasar yang langsung mengejar pelaku.

Dalam upaya melarikan diri, terduga pelaku sempat membuang tas milik korban. Namun, warga berhasil mengepungnya sebelum sempat kabur lebih jauh.

Situasi sempat memanas ketika massa yang emosi mencoba menghakimi pelaku. Beruntung, personel Bhabinkamtibmas yang sedang bertugas di lokasi segera turun tangan dan mengamankan terduga pelaku ke ruang KUPT Pasar Seketeng guna menghindari tindakan main hakim sendiri.

Setelah dilakukan pemeriksaan, korban memastikan seluruh isi tas masih lengkap dan tidak ada barang yang hilang. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap membawa terduga pelaku ke Mapolres Sumbawa untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Sumbawa melalui jajaran Polsek mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di area keramaian seperti pasar tradisional.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga barang bawaan. Kejahatan kerap terjadi karena adanya kesempatan,” kata Rohmad.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan kolektif sekaligus penegakan hukum yang tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan dan prosedur yang berlaku.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *