AMMAN Jadi Sorotan Akademisi dalam Studi Pemulihan Biota Laut Sumbawa Barat

Sumbawa Barat, SakaNTB.com| 18 April 2026 — Sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi menyoroti hasil pemantauan ilmiah terbaru terkait kondisi ekosistem laut dalam di wilayah Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Temuan ini mengemuka dari studi rekolonisasi yang dilakukan di area operasional PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), yang menunjukkan adanya indikasi pemulihan alami biota laut di atas substrat tailing.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan eksperimental dengan menempatkan wadah terkontrol di dasar laut. Metode ini bertujuan mengamati respons organisme laut terhadap material tailing, sekaligus mengukur kemampuan ekosistem untuk pulih secara alami dalam kondisi lingkungan tersebut.

Bacaan Lainnya

Dr. M. Mukhlis Kamal dari Institut Pertanian Bogor menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kemunculan berbagai organisme bentos pada sampel yang diteliti. “Kami menemukan udang, cacing laut, hingga kerang yang muncul lebih cepat dari perkiraan awal. Ini mengindikasikan adanya proses adaptasi dan pemulihan yang berlangsung cukup baik,” ujarnya.

Menurutnya, temuan ini konsisten dengan sejumlah studi serupa yang telah dilakukan di lokasi yang sama sejak 2002, 2005, dan 2009. Data jangka panjang tersebut dinilai memperkuat indikasi bahwa komunitas organisme dasar laut mampu berkembang kembali di atas lapisan endapan tailing, dengan catatan pengelolaan dilakukan sesuai standar lingkungan yang ketat.

Pandangan senada disampaikan Prof. Joni Safaat Adiansyah, Ph.D., akademisi lingkungan dari Universitas Muhammadiyah Mataram. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam menilai interaksi antara aktivitas industri dan kondisi lingkungan.

“Pemantauan ilmiah memberikan gambaran objektif mengenai dampak pengelolaan lingkungan. Data ini dapat menjadi referensi penting, tidak hanya untuk evaluasi, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan ekosistem laut yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Joni.

Kolaborasi Lintas Institusi

Selain studi rekolonisasi, AMMAN juga secara rutin menjalankan program studi laut dalam yang melibatkan berbagai lembaga pemerintah dan institusi riset. Di antaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertahanan, serta Politeknik Ahli Usaha Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kolaborasi ini bertujuan memastikan proses pemantauan—mulai dari pengambilan data hingga evaluasi—dilakukan secara transparan dan memenuhi standar ilmiah internasional. Keterlibatan berbagai pihak juga diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas serta memperkuat kepercayaan publik terhadap hasil penelitian.

Ke depan, sinergi antara dunia industri dan akademisi dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan pertambangan dan pelestarian lingkungan. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar dalam memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam di Sumbawa Barat tetap berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Reporter: SakaNTB.com

Editor: Redaksi SakaNTB.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *