Jakarta, SakaNTB.com| 20 April 2026 — Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menghadapi potensi kekeringan lahan pertanian tahun 2026, sebagaimana menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan yang digelar Kementerian Pertanian RI.
Ansori menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian RI dengan langkah-langkah konkret di tingkat daerah, terutama dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi periode rawan kekeringan pada April hingga Juni.
“Kami siap menjalankan arahan pemerintah pusat, khususnya dalam percepatan pemetaan wilayah rawan kekeringan agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih dini dan tepat sasaran,” ujarnya di sela kegiatan Rakornas di Jakarta, Senin (20/4).
Menurutnya, Kabupaten Sumbawa memiliki sejumlah wilayah sentra pertanian yang rentan terhadap kekeringan musiman, sehingga diperlukan intervensi yang terencana dan berbasis data. Pemerintah daerah, kata dia, akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang tersedia melalui percepatan pompanisasi, termasuk dari sungai, embung, dan sumur pertanian.
Selain itu, Pemkab Sumbawa juga akan memperkuat infrastruktur pendukung dengan memaksimalkan fungsi jaringan irigasi yang ada serta mendorong pembangunan tampungan air sebagai cadangan saat musim kemarau.
Di sisi lain, Ansori menekankan pentingnya penggunaan benih unggul tahan kering sebagai bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim. Ia memastikan bahwa sosialisasi kepada petani akan terus ditingkatkan guna meminimalkan risiko gagal panen.
“Kami juga akan mendorong optimalisasi lahan, termasuk lahan rawa yang masih memiliki potensi air, agar tetap produktif di tengah tantangan iklim,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan di daerah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi pangan serta mendukung ketahanan pangan nasional.
“Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci. Kami optimistis, dengan kerja sama yang solid, sektor pertanian di Sumbawa tetap mampu bertahan dan berkontribusi secara maksimal,” ujar Ansori.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





