SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com|28 Juni 2026-– Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mulai mematangkan rencana revitalisasi tiga istana bersejarah peninggalan Kesultanan Sumbawa. Peninjauan lapangan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bersama Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko.
Kunjungan tersebut difokuskan pada sinkronisasi data teknis dan persiapan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan revitalisasi sebelum dukungan anggaran dari pemerintah pusat direalisasikan. Seluruh proses dirancang mengikuti kaidah konservasi agar keaslian nilai sejarah dan budaya ketiga bangunan tetap terjaga.
Lokasi pertama yang ditinjau adalah Istana Dalam Loka, salah satu ikon warisan budaya Sumbawa yang dikenal sebagai rumah panggung kayu dengan 99 tiang penyangga. Tim meninjau kondisi struktur bangunan, termasuk kekuatan konstruksi kayu, kemiringan sejumlah tiang utama, serta rencana sistem perlindungan terhadap potensi kebakaran.
Selanjutnya, rombongan mengunjungi Istana Bala Kuning, kediaman keturunan Sultan Muhammad Kaharuddin III yang hingga kini masih menjadi pusat pelaksanaan sejumlah prosesi adat Kesultanan Sumbawa. Pada lokasi ini, revitalisasi diarahkan pada penataan ruang pamer serta digitalisasi inventaris benda-benda pusaka agar pengelolaan koleksi semakin baik dan dapat diakses masyarakat secara lebih edukatif.
Peninjauan kemudian berlanjut ke Istana Bala Putih, bangunan bersejarah bergaya kolonial yang sebelumnya mengalami kebakaran. Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah melakukan tahap awal pemulihan struktur menggunakan anggaran daerah. Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat dan daerah membahas kelanjutan restorasi, termasuk penataan kawasan, rehabilitasi bangunan, dan pengembalian fungsi sejumlah ruang yang memiliki nilai historis.
Di sela kegiatan, Wakil Bupati Sumbawa Mohamad Ansori menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Kebudayaan terhadap pelestarian warisan budaya di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, kunjungan lapangan tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat proses perencanaan sehingga revitalisasi dapat dilaksanakan sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
“Pemerintah daerah siap mendukung seluruh tahapan yang diperlukan agar program revitalisasi dapat berjalan dengan baik dan tetap menjaga nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Agus Widiatmoko, menilai ketiga istana tersebut merupakan bagian dari satu kesatuan lanskap budaya yang memiliki nilai sejarah penting. Karena itu, revitalisasi tidak hanya berfokus pada pemugaran bangunan, tetapi juga diarahkan untuk menghidupkan kembali ekosistem budaya di sekitarnya.
Ia berharap, setelah revitalisasi selesai, kawasan Istana Dalam Loka, Bala Kuning, dan Bala Putih dapat terintegrasi sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata di Kabupaten Sumbawa.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





