Klarifikasi Video Viral, Polres Sumbawa Pastikan Tujuh Pelajar di Moyo Hilir Negatif Narkoba

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 18 Juli 2026-– Polres Sumbawa bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa dan Polsek Moyo Hilir bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan sekelompok pelajar diduga sedang mengonsumsi narkotika di Gedung Serbaguna Desa Ngeru, Kecamatan Moyo Hilir. Hasil pemeriksaan menunjukkan ketujuh pelajar yang diperiksa dinyatakan negatif narkotika.

Klarifikasi dilakukan pada Sabtu (18/7/2026) dengan melibatkan Satuan Reserse Narkoba Polres Sumbawa, BNNK Sumbawa, Polsek Moyo Hilir, pemerintah desa, pihak sekolah, komite sekolah, serta orang tua para pelajar.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Moyo Hilir IPTU Husni mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Kami tidak ingin informasi yang belum terverifikasi menimbulkan keresahan maupun berdampak terhadap masa depan anak-anak. Karena itu, dilakukan pemeriksaan secara objektif, termasuk tes urine, untuk memastikan ada atau tidaknya penyalahgunaan narkotika,” ujar IPTU Husni.

Dari hasil pemeriksaan urine yang dilakukan terhadap tujuh pelajar tersebut, seluruhnya dinyatakan negatif narkotika.

Berdasarkan hasil klarifikasi, video yang beredar merupakan konten yang dibuat para pelajar tanpa melibatkan penyalahgunaan narkotika. Salah seorang pelajar yang membuat video menjelaskan bahwa asap yang tampak dalam rekaman berasal dari asap rokok yang sengaja dikeluarkan saat proses perekaman. Video tersebut awalnya diunggah melalui fitur story WhatsApp pribadi, kemudian diunduh dan disebarluaskan oleh pihak lain melalui media sosial hingga menjadi viral.

Dalam pertemuan itu, BNNK Sumbawa bersama pihak sekolah juga mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan media sosial. Edukasi mengenai dampak penyebaran konten yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dinilai perlu terus diperkuat.

Kepala SMP Negeri 3 Moyo Hilir, Abdul Latif, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dan BNNK dalam memberikan kepastian atas informasi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, sekolah akan terus memperkuat pembinaan karakter peserta didik serta meningkatkan kolaborasi dengan aparat penegak hukum dan orang tua dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Sebagai bentuk tanggung jawab, para pelajar yang terlibat juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat konten tersebut. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan kehati-hatian dalam menggunakan media sosial untuk menghindari kesalahpahaman dan dampak yang dapat merugikan pihak lain.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *