SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 27 Agustus 2026— Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa.
Ansori mendorong agar gerakan orang tua asuh tidak berhenti pada sebatas janji atau kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang terukur hingga tingkat keluarga dan desa.
“Kalau bukan kita, siapa lagi?” tegas Ansori dalam pertemuan lintas sektor penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, persoalan stunting membutuhkan pola kerja gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, perbankan, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, hingga pihak lainnya.
Ia mencontohkan, setiap unsur dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam mendukung keluarga sasaran. Bantuan yang diberikan juga harus jelas bentuknya, siapa penerimanya, siapa yang bertanggung jawab, serta bagaimana perkembangan dan hasilnya dievaluasi.
“Sebagai orang tua asuh, kita harus jelas siapa yang dibantu, bentuk bantuannya apa, dan bagaimana evaluasinya,” ujarnya.
Ansori juga mendorong agar program penanganan stunting menjadi bagian dari perencanaan dan program kerja masing-masing organisasi atau lembaga yang terlibat. Dengan demikian, dukungan terhadap percepatan penurunan stunting tidak bergantung pada kegiatan sesaat.
Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap capaian program. Daerah maupun wilayah yang mampu menunjukkan penurunan angka stunting secara signifikan, menurutnya, dapat menjadi contoh praktik baik yang kemudian dikembangkan di wilayah lain.
Dalam penanganan stunting, Ansori mengingatkan bahwa intervensi harus dilakukan secara terpadu. Pemenuhan asupan gizi perlu berjalan beriringan dengan pemantauan kesehatan, pendampingan keluarga, serta intervensi lain sesuai kebutuhan sasaran.
Karena itu, ia meminta setiap pihak yang terlibat tidak hanya melaksanakan kegiatan, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau kita keroyok bersama dan dilakukan secara gotong royong, saya yakin persoalan ini bisa kita atasi,” katanya.
Ansori berharap hasil pertemuan lintas sektor tersebut segera ditindaklanjuti dalam bentuk pembagian peran yang konkret. Setiap unsur diminta mengetahui apa yang harus dilakukan, siapa yang melaksanakan, serta bagaimana mekanisme pemantauannya.
Ia menegaskan, keberhasilan gerakan orang tua asuh harus diukur dari dampaknya terhadap masyarakat, terutama dalam membantu memastikan anak-anak tumbuh sehat dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
“Jangan sampai janji tinggal janji. Yang kita butuhkan adalah aksi nyata,” tegasnya.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





