Polisi Evakuasi Pemuda yang Ditemukan Meninggal di Semamung, Diduga Terkait Masalah Asmara

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 12 September 2026-– Warga Dusun Ai Ampuk, Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, dikejutkan dengan penemuan seorang pemuda yang meninggal dunia di sekitar pinggir Sungai Tiu Glumpang, Jumat (11/9/2026) siang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Moyo Hulu langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan, pemeriksaan awal, serta proses evakuasi korban.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Moyo Hulu IPTU M. Tahir Lantu mengatakan, informasi awal diterima dari Pemerintah Desa Semamung yang kemudian diteruskan kepada Bhabinkamtibmas setempat.

Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Kapolsek Moyo Hulu. Petugas kemudian dikerahkan ke lokasi, terdiri dari Waka Polsek IPDA Asri Radi Putra, S.H., bersama personel Unit Reskrim, Intelkam, dan piket.

“Setibanya di TKP sekitar pukul 11.40 WITA, personel langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Moyo Hulu serta Tim Identifikasi Polres Sumbawa,” ujar IPTU M. Tahir Lantu.

Petugas bersama warga kemudian melakukan proses evakuasi korban dengan tetap memperhatikan prosedur penanganan tempat kejadian perkara. Sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi turut diamankan untuk kepentingan pemeriksaan, termasuk tali, sepeda motor, pakaian, dan telepon genggam milik korban.

Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Moyo Hulu untuk menjalani pemeriksaan medis.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar oleh tenaga medis yang disaksikan pihak kepolisian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Polisi menyebut terdapat luka yang berkaitan dengan jeratan pada leher.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan hasil penyelidikan awal, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri yang diduga berkaitan dengan persoalan asmara. Namun, kepolisian tetap melakukan penanganan sesuai prosedur untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut.

“Penanganan dilakukan secara terukur, mulai dari pengamanan TKP, pemeriksaan, hingga proses evakuasi. Kami juga melakukan pendekatan kepada pihak keluarga agar situasi tetap kondusif,” kata Kapolsek.

Setelah keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan penolakan terhadap tindakan autopsi, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Semamung.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto maupun informasi pribadi korban yang dapat mengganggu privasi keluarga.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *