Sekda Sumbawa: Perizinan Berbasis Risiko Perkuat Kepastian dan Iklim Usaha

SUMBAWA, SakaNTB.com| 18 September 2026— Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong penguatan sistem perizinan berusaha berbasis risiko untuk memastikan pelayanan yang lebih tertib, transparan, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., saat membuka Bimbingan Teknis Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko di Aula Hotel Kaloka Sumbawa, Kamis (17/9/2026).

Bacaan Lainnya

Budi mengatakan penerapan perizinan berbasis risiko membutuhkan pemahaman yang sama antara aparatur pemerintah dan pelaku usaha. Setiap kegiatan usaha memiliki karakteristik dan tingkat risiko berbeda sehingga persyaratan perizinannya juga perlu disesuaikan.

“Proses perizinan disesuaikan dengan tingkat risiko usaha, baik risiko rendah maupun tinggi. Ini untuk memastikan keselamatan kerja, kesehatan, dan lingkungan tetap terjaga,” ujar Budi.

Menurutnya, pendekatan berbasis analisis dan mitigasi risiko tidak hanya berkaitan dengan kepentingan pelaku usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan.

Aparatur, kata dia, perlu memiliki kemampuan yang memadai dalam memberikan pelayanan perizinan agar prosesnya berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

“Ini bukan hanya penting bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi aparatur pemerintah dalam mewujudkan tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

Dorong Kesamaan Persepsi

Bimtek tersebut diharapkan tidak sebatas memberikan pemahaman mengenai regulasi, tetapi juga membangun kesamaan persepsi dalam penerapan dan pengawasan perizinan berbasis risiko.

Dengan pemahaman yang seragam, pemerintah daerah dapat memperkuat pelaksanaan perizinan sekaligus memastikan kegiatan usaha memenuhi ketentuan yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.

Budi berharap penguatan implementasi dan pengawasan perizinan berbasis risiko dapat menciptakan pelayanan yang lebih tertib serta mendukung iklim usaha yang aman dan kondusif di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumbawa serta Dosen Universitas Teknologi Sumbawa, Arya Zulfikar Akbar, S.E.I., M.Acc., sebagai narasumber. Peserta terdiri atas unsur terkait yang mengikuti pelatihan implementasi dan pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *