SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com|21 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyambut kedatangan peserta Sail to Indonesia 2026 melalui Welcome Ceremony yang digelar di Pantai Saliper Ate, Sumbawa, Senin (21/9/2026).
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., hadir dalam kegiatan tersebut bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Forkopimda, para asisten Sekda, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Sumbawa.
Dalam sambutannya, Syarafuddin menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta Sail to Indonesia di Sumbawa. Menurutnya, kedatangan wisatawan mancanegara melalui kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah, khususnya sektor pariwisata, budaya, dan ekonomi berbasis kelautan.
“Selamat datang kepada para peserta Sail to Indonesia di Sumbawa. Tahun ini ada sekitar 15 kapal yacht dengan sekitar 45–50 wisatawan yang berpotensi mengunjungi Sumbawa. Ini merupakan peluang untuk memperkenalkan kekayaan dan keunikan Sumbawa kepada dunia,” ujar Syarafuddin.
Ia menyebut sejumlah daya tarik yang dapat dinikmati wisatawan di Sumbawa, antara lain keberadaan hiu paus di Teluk Saleh, tradisi Barapan Kebo, bentang alam, serta keragaman budaya dan kuliner masyarakat setempat.
“Sumbawa memiliki daya tarik khas yang belum tentu ditemukan di tempat lain, seperti menyaksikan hiu paus di Teluk Saleh, menikmati Barapan Kebo, keindahan alam Sumbawa, merasakan budaya Sumbawa, serta bertemu dengan masyarakat Sumbawa yang ramah dan senang menerima tamu,” katanya.
Selain pariwisata, Syarafuddin menekankan pentingnya pengembangan sektor kelautan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah. Ia menyebut konsep ekonomi biru, pariwisata bahari, perikanan, kelautan, UMKM, dan ekonomi kreatif sebagai sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.
Menurut dia, kawasan SAMOTA yang meliputi Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Tambora juga menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata Sumbawa.
“Laut Sumbawa merupakan masa depan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sumbawa,” ujarnya.
Syarafuddin mengatakan pembangunan di Kabupaten Sumbawa saat ini mencakup sejumlah sektor, mulai dari kelautan dan ekonomi biru, pertanian serta agrobisnis, hingga pengelolaan sumber daya mineral. Ia menegaskan bahwa pengembangan berbagai potensi tersebut harus memberikan manfaat bagi masyarakat daerah.
“Pembangunan di Kabupaten Sumbawa saat ini bergerak secara masif dari berbagai lini: laut melalui ekonomi biru, darat melalui pertanian dan agrobisnis, serta bawah tanah melalui sumber daya mineral. Seluruh potensi ini harus menempatkan masyarakat Sumbawa sebagai penerima manfaat utama,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Sumbawa berharap para peserta Sail to Indonesia memperoleh pengalaman positif selama berada di Sumbawa dan turut mengenalkan daerah tersebut kepada masyarakat di negara asal mereka.
“Melalui Sail to Indonesia ini, kami berharap para wisatawan dapat membagikan cerita mengenai Sumbawa ke dunia, memperkenalkan kekayaan laut Sumbawa, budaya, kuliner, masyarakat yang ramah, dan masa depan ekonomi yang sedang tumbuh,” tutupnya.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





