SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 28 September 2026— Masa depan Sumbawa dinilai perlu dibangun dari kemampuan daerah mengelola dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan. Penguatan sektor pangan, kelautan dan perikanan, pariwisata, hingga pertambangan dinilai perlu diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Kedaerahan bertema “Sumbawa Hari Ini Menuju Sumbawa Masa Depan: Meneropong dan Mengoptimalkan Potensi Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat” yang digelar di Auditorium Universitas Samawa, Minggu (27/9/2026).
Dialog tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., Wakil Rektor III Universitas Samawa, jajaran pengurus dan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Samawa, serta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, mengatakan dialog kedaerahan diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan. Menurutnya, forum tersebut perlu menjadi ruang untuk melahirkan pemikiran yang dapat memberikan arah bagi pembangunan Sumbawa ke depan.
“Potensi-potensi Sumbawa harus dikelola untuk menyejahterakan masyarakat. Bagaimana seluruh potensi itu dapat memberikan manfaat dan menghasilkan masyarakat yang bahagia,” ujar Budi.
Ia menyebut Sumbawa memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, antara lain sektor pangan, kelautan dan perikanan. Menurutnya, pengembangan sektor-sektor tersebut juga dapat diperkuat melalui sektor pariwisata dan pertambangan.
Mahasiswa Diminta Tetap Kritis
Perspektif lain disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Andi Rusni, S.E., S.H., M.M. Ia mengatakan setiap elemen masyarakat memiliki ruang pengabdian yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama dalam mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Andi menilai mahasiswa memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, sikap kritis mahasiswa perlu dibangun melalui argumentasi yang didukung data dan dokumen yang kuat.
“Mahasiswa harus tetap kritis. Salah satu tulang punggung demokrasi adalah mahasiswa yang kritis. Kritik dan argumentasi yang kuat tumbuh dari data dan dokumen,” katanya.
Menurut Andi, berbagai langkah yang dilakukan saat ini akan berpengaruh terhadap arah pembangunan Sumbawa pada masa mendatang. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam menyampaikan gagasan dinilai menjadi bagian penting dari proses pembangunan daerah.
Pendidikan dan Jati Diri Organisasi
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa, Dr. Juanda, S.S., M.Pd., C.Edl., C.CS., menyoroti peran pendidikan dalam membentuk kualitas masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa pendidikan memiliki sejarah panjang dalam membentuk struktur sosial masyarakat. Karena itu, pendidikan saat ini diharapkan mampu menjadi instrumen yang membuka kesempatan bagi kemajuan dan perubahan.
Dalam kesempatan tersebut, Juanda juga berharap HMI tetap mempertahankan jati dirinya sebagai organisasi yang independen serta mampu menyampaikan gagasan secara vokal dalam merespons berbagai persoalan masyarakat.
Pertambangan dan Tantangan Pascatambang
Dari perspektif dunia usaha, Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara H. Ahmad Salim, S.T., M.M., mengingatkan bahwa sumber daya mineral merupakan sumber daya yang memiliki keterbatasan.
Menurutnya, tantangan pembangunan tidak hanya terletak pada bagaimana mengelola sektor pertambangan, tetapi juga bagaimana aktivitas pertambangan dapat memberikan dampak penguatan terhadap sektor ekonomi lainnya.
Ia menilai keberadaan generasi penerus menjadi penting untuk memastikan tata kelola sumber daya alam berjalan sebagaimana mestinya.
“Perangkat tata kelola SDA telah tersedia. Tugas kita memastikan perangkat tersebut dipergunakan dengan semestinya,” ujarnya.
Dorong Keadilan Antargenerasi
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Samawa Yadi Hartono, S.P., M.Si., menekankan pentingnya prinsip keadilan antargenerasi dalam pengelolaan sumber daya alam.
Menurut Yadi, pembangunan yang berlangsung saat ini perlu mempertimbangkan kepentingan generasi yang akan datang. Ia juga mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular sebagai salah satu pendekatan dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya mineral.
“Jangan sampai biaya ekologis dibebankan kepada generasi selanjutnya,” tegasnya.
Yadi berpandangan, sumber daya mineral yang dieksploitasi perlu dikonversi menjadi kekuatan untuk memperkuat ekonomi lokal dan ketahanan sosial, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi di luar pertambangan.
Dialog kedaerahan tersebut mempertemukan perspektif pemerintah, legislatif, akademisi, dunia usaha, mahasiswa, dan sektor pertanian dalam membahas arah pembangunan Sumbawa.
Berbagai gagasan yang disampaikan dalam forum tersebut menyoroti satu kebutuhan yang sama, yakni bagaimana potensi daerah dapat dikelola secara terarah dan berkelanjutan sehingga tidak berhenti sebagai kekayaan sumber daya, tetapi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Sumbawa.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





