SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 30 September 2026— Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mengikuti kegiatan Peninjauan Pemeriksaan dan Tata Laksana Stunting di Puskesmas Moyo Utara, sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat pencegahan dan penanganan stunting secara langsung di lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, di antaranya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bidang terkait, Sekretaris Dinas Kesehatan, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Camat Moyo Utara, Kepala UPT Puskesmas Moyo Utara beserta jajaran, para dokter dan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis anak, perwakilan bidang keluarga berencana (KB), kepala desa, tokoh masyarakat, serta unsur perguruan tinggi dan pihak-pihak terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, khususnya para dokter spesialis yang hadir dan terlibat langsung dalam pemeriksaan serta tata laksana stunting.
Menurutnya, keterlibatan dokter spesialis menjadi langkah penting dalam memberikan penanganan yang lebih tepat kepada masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan khusus.
“Kami mengapresiasi para dokter yang hari ini bisa hadir. Terutama dokter spesialis yang turun langsung untuk menangani stunting. Ini merupakan sesuatu yang luar biasa dan mudah-mudahan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Drs. H. Mohamad Ansori.
Wakil Bupati menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui rapat dan perencanaan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dengan turun langsung ke lapangan.
Ia meminta agar penanganan dilakukan berdasarkan data sehingga pemerintah dapat menentukan wilayah yang menjadi prioritas dan memberikan intervensi secara tepat.
“Langsung eksekusi, langsung turun ke lapangan. Kita data, kita lihat kecamatan mana yang harus didahulukan, kemudian kita lakukan penanganan bersama-sama,” tegasnya.
Menurutnya, Kecamatan Moyo Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan perhatian dalam upaya penanganan stunting. Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, hingga masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan.
Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menangani persoalan stunting.
“Ini kita tangani bersama-sama, gotong royong, dikeroyok. Dengan begitu, stunting bisa kita turunkan secara signifikan dan pada akhirnya anak-anak generasi penerus Sumbawa dapat terbebas dari stunting,” katanya.
Selain penanganan medis, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya edukasi dan perubahan pola hidup masyarakat. Menurutnya, faktor stunting tidak hanya berkaitan dengan gizi, makanan, dan asupan nutrisi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola hidup dan pengetahuan keluarga.
Karena itu, edukasi mengenai pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, keluarga, hingga masyarakat melalui kegiatan Posyandu.
“Kita harus terus memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu hamil maupun sebelum pernikahan. Mulai dari Posyandu, pola hidup juga harus selalu disampaikan,” jelasnya.
Wakil Bupati juga mendorong keterlibatan tokoh agama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, penyampaian pesan mengenai kesehatan dan pencegahan stunting dapat dilakukan melalui berbagai ruang sosial dan keagamaan agar semakin mudah diterima masyarakat.
“Kita juga bisa bekerja sama dengan para ustaz untuk memberikan penerangan terkait stunting kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan Posyandu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Drs. H. Mohamad Ansori juga meminta agar persoalan anggaran tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan program penanganan stunting. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap program tersebut.
“Untuk stunting jangan pikirkan anggaran. Programkan dan laksanakan. Pemerintah daerah akan terus menyiapkan anggaran untuk penanganan stunting,” katanya.
Ia berharap kegiatan pemeriksaan dan tata laksana stunting dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menyasar kecamatan-kecamatan lain yang membutuhkan intervensi. Dengan demikian, upaya penurunan stunting dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan di Kabupaten Sumbawa.
“Kalau kita keroyok bersama-sama, saya yakin stunting bisa kita turunkan secara signifikan. Harapannya, generasi penerus Sumbawa menjadi generasi yang sehat dan menjadi generasi emas menuju 2045,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas, tenaga kesehatan, dokter spesialis, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perguruan tinggi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor dalam penanganan stunting terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Sumbawa yang sehat serta mendukung terwujudnya Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





