Sumbawa, SakaNTB.com| 7 Oktober 2026 — Pemerintah Desa Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan membangun sistem komunikasi kebencanaan di tingkat desa.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengadaan perangkat komunikasi Handy Talky (HT) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Perangkat tersebut disiapkan sebagai sarana komunikasi alternatif untuk mendukung koordinasi pemerintah desa, relawan, dan pihak terkait dalam situasi darurat.
Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi dengan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Sumbawa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumbawa.
Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat, S.Pd.I., NL.P, mengatakan pengadaan HT merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk memperkuat sistem komunikasi yang dapat digunakan ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
“Sebagai wujud komitmen kami, Pemdes telah mengadakan alat komunikasi HT yang dianggarkan melalui APBDes Tahun 2026. Ini untuk mempercepat proses komunikasi dengan para pemangku kebijakan jika sewaktu-waktu terjadi masalah atau kondisi darurat,” kata Alwan kepada media, Selasa (6/10/2026).
Menurut dia, kecepatan penyampaian informasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan keadaan darurat. Informasi dari lapangan yang dapat diteruskan secara cepat kepada pihak terkait diharapkan membantu proses koordinasi dan pengambilan langkah penanganan.
HT juga diproyeksikan menjadi jalur komunikasi pendukung apabila jaringan komunikasi seluler mengalami gangguan atau ketika diperlukan koordinasi cepat antarpihak.
Relawan Siaga Bencana Dibentuk
Penguatan sistem komunikasi tersebut tidak hanya dilakukan melalui penyediaan perangkat. Pemerintah Desa Batu Tering juga telah membentuk Relawan Siaga Bencana yang dipersiapkan untuk membantu memantau kondisi wilayah dan menyampaikan informasi ketika terjadi keadaan darurat.
“Tidak sampai di situ, di desa kami sudah dibentuk Relawan Siaga Bencana yang bertugas standby untuk memantau dan mengkomunikasikan keadaan desa,” ujar Alwan.
Ia mengatakan, pemanfaatan perangkat komunikasi tersebut nantinya tidak terbatas pada situasi bencana. HT juga dapat digunakan untuk mendukung koordinasi dalam kondisi sosial maupun ketertiban masyarakat yang membutuhkan penyampaian informasi secara cepat.
Relawan Akan Mendapat Pelatihan
Untuk memastikan perangkat komunikasi dapat digunakan secara efektif, Pemerintah Desa Batu Tering juga merencanakan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi Relawan Komunikasi Pos Komando Kebencanaan.
Rencana pelatihan tersebut telah dikomunikasikan dengan BPBD Kabupaten Sumbawa. Materi pelatihan diharapkan mencakup kemampuan teknis komunikasi, penyampaian informasi situasi lapangan, serta pemahaman mengenai mekanisme komunikasi dalam sistem pos komando kebencanaan.
“Ke depan kami tidak ingin hanya memiliki alat komunikasinya, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, para relawan perlu dibekali kemampuan komunikasi dan pemahaman tentang sistem pos komando kebencanaan,” kata Alwan.
Menurutnya, penguatan perangkat dan kapasitas relawan merupakan bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan bencana dari tingkat desa.
Pemerintah Desa Batu Tering berharap kolaborasi dengan RAPI Wilayah Sumbawa, BPBD Kabupaten Sumbawa, MDMC Sumbawa, dan unsur terkait lainnya dapat mendukung terbentuknya sistem komunikasi kebencanaan yang lebih terkoordinasi.
“Intinya, kita ingin membangun kesiapsiagaan dari desa. Ketika komunikasi cepat, koordinasi juga lebih cepat. Mudah-mudahan sistem ini terus diperkuat dan bisa menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Desa Batu Tering yang tangguh menghadapi bencana,” pungkas Alwan.
Reporter: Saka-1
Editor Redaksi SakaNTB.com





