Pemkab Sumbawa Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Bantuan Produktif Jadi Strategi Pengentasan Kemiskinan

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 17 Oktober 2026– Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi keluarga, pengembangan usaha produktif, dan pendampingan masyarakat. Pendekatan ini diarahkan agar keluarga penerima manfaat tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga memiliki kemampuan membangun sumber penghasilan secara mandiri.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat membuka Workshop Penguatan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Kantor Bupati Sumbawa, Jumat (16/10/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Jarot menekankan pentingnya mengintegrasikan bantuan sosial dengan program pemberdayaan ekonomi. Menurut dia, penanggulangan kemiskinan perlu diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu memperbaiki taraf hidup secara berkelanjutan.

Salah satu pendekatan yang dicontohkannya ialah pemberian modal usaha sebesar Rp5 juta yang disertai pendampingan intensif. Skema tersebut diharapkan dapat membantu penerima manfaat mengembangkan usaha produktif, bukan sekadar memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Namun, pemberian modal perlu diikuti pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Perencanaan usaha, pemilihan jenis kegiatan ekonomi, dan pemanfaatan potensi lokal menjadi faktor penting agar usaha yang dibangun memiliki peluang untuk bertahan dalam jangka panjang.

Integrasi Program dan Pendampingan Masyarakat

Jarot juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, intervensi yang dilakukan secara terpadu akan lebih efektif apabila setiap perangkat daerah bekerja berdasarkan arah kebijakan dan kebutuhan masyarakat yang sama.

Penguatan koordinasi tersebut menjadi salah satu agenda dalam workshop yang melibatkan pemangku kepentingan dari tingkat pusat dan daerah, unsur OPD, kalangan akademisi, serta lembaga internasional Breakthrough International.

Forum ini diarahkan untuk memperkuat strategi pemberdayaan sosial ekonomi sekaligus mendorong kolaborasi antarpihak dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat Sumbawa.

Pemerintah kabupaten menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program melalui koordinasi lintas sektor dan penyediaan tenaga pendamping. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memastikan program berjalan sesuai sasaran dan kebutuhan keluarga penerima manfaat.

Sekolah Rakyat Jadi Bagian dari Upaya Penguatan Keluarga

Selain pemberdayaan ekonomi, Pemkab Sumbawa juga menyatakan dukungan terhadap program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam kegiatan tersebut, disebutkan adanya alokasi kuota bagi 2.200 anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sumbawa. Program ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan dan pemenuhan gizi, tetapi juga mendukung perbaikan kondisi keluarga melalui penanganan kebutuhan hunian serta pengembangan usaha bagi orang tua peserta didik.

Pendekatan tersebut menempatkan peningkatan kesejahteraan keluarga sebagai upaya yang mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan anak hingga penguatan kemampuan ekonomi orang tua.

Meski demikian, efektivitas pelaksanaan program akan bergantung pada ketepatan sasaran, kesinambungan pendampingan, serta keterpaduan dukungan yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat.

Potensi Lokal Menjadi Dasar Pemberdayaan

Jarot menilai, keberhasilan program pemberdayaan sosial ekonomi tidak cukup ditentukan oleh besarnya bantuan yang diberikan. Program juga perlu disesuaikan dengan kondisi masyarakat, kemampuan penerima manfaat, dan potensi ekonomi yang tersedia di daerah.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan usaha yang dikembangkan diharapkan memiliki peluang pasar dan dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Penguatan ekonomi keluarga melalui bantuan produktif, pendampingan, dan integrasi program lintas sektor menjadi bagian dari strategi Pemkab Sumbawa dalam mendorong kemandirian masyarakat.

Keberhasilan strategi ini pada akhirnya perlu dilihat dari hasil yang terukur, seperti keberlanjutan usaha penerima manfaat, peningkatan pendapatan keluarga, serta berkurangnya ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, lembaga pendamping, dan masyarakat, upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin terarah pada penguatan kapasitas masyarakat dan kemandirian ekonomi keluarga.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *