Sempat Dilaporkan Hilang, Perempuan 68 Tahun Ditemukan Meninggal di Persawahan Lape Sumbawa

SUMBAWA, SakaNTB.com| 23 Oktober 2026— Seorang perempuan berusia 68 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya ditemukan meninggal dunia di area persawahan Orong Sakarung, Dusun Batu Praga, Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, Jumat (23/10/2026) dini hari.

Korban berinisial N, seorang petani asal Dusun Bree, Desa Sapugara, Kecamatan Brang Rea, ditemukan sekitar pukul 00.35 WITA oleh seorang warga yang tengah mencari ternak di sekitar lokasi. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Lape untuk ditindaklanjuti.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Lape IPTU Sumarlin, S.H., menjelaskan bahwa korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Senin (19/10/2026), setelah menghadiri resepsi pernikahan keponakannya di Kecamatan Lape.

Berawal dari Bau Menyengat

Penemuan jasad bermula ketika seorang warga berinisial JSS (47) menyusuri area persawahan untuk mencari ternak sapi dan kerbau miliknya. Saat melintasi lahan milik warga, saksi mencium bau menyengat yang berasal dari sekitar lokasi.

Setelah memeriksa sumber bau tersebut, saksi menemukan seorang perempuan dalam posisi tengkurap di tengah lahan. Kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan membuat saksi segera melaporkan kejadian itu kepada petugas piket Polsek Lape dan Puskesmas Lape.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Lape bersama tim medis Puskesmas Lape mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Lape. Petugas juga menghubungi Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Sumbawa guna mendukung proses penanganan perkara.

Setelah jasad tiba di Puskesmas Lape, petugas mengenali identitas korban berdasarkan laporan orang hilang yang sebelumnya tercatat. Pihak keluarga kemudian dihubungi untuk mendampingi proses pemeriksaan awal.

Pemeriksaan Medis Belum Memastikan Penyebab Kematian

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim dokter Puskesmas Lape, korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.

Pemeriksaan juga mencatat adanya pembusukan dan lebam mayat pada tubuh korban, serta luka terbuka di bagian kanan mulut. Namun, kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan lanjut membuat tanda-tanda kekerasan fisik tidak dapat dipastikan hanya melalui pemeriksaan visual.

Dengan demikian, penyebab kematian korban belum dapat disimpulkan berdasarkan hasil pemeriksaan luar tersebut.

Kapolsek Lape menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat demensia atau gangguan daya ingat. Korban dilaporkan hilang setelah menghadiri acara resepsi pernikahan empat hari sebelum jasadnya ditemukan.

Setelah keluarga menyelesaikan administrasi penolakan autopsi, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

Hingga informasi ini disusun, keterangan mengenai penyebab pasti kematian korban belum tersedia. Riwayat penyakit yang disampaikan keluarga juga tidak dengan sendirinya membuktikan penyebab kematian tersebut.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *