Sumbawa, SakaNTB.com| 1 April 2026— Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, memimpin rapat koordinasi penanganan sampah yang digelar di Aula Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (1/4) pagi. Rapat tersebut difokuskan pada penanganan maraknya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang tersebar di berbagai wilayah.
Pertemuan ini dihadiri oleh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta para camat se-Kabupaten Sumbawa. Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan krusial mengemuka, mulai dari meningkatnya jumlah TPS liar hingga keterbatasan sarana dan sumber daya dalam pengelolaan sampah.
Berdasarkan pemaparan dalam rapat, TPS liar banyak ditemukan di pinggir jalan, fasilitas umum, bantaran sungai, hingga lahan kosong. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya merusak estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Ansori mengungkapkan, persoalan sampah menjadi salah satu faktor rendahnya capaian penilaian Adipura Kabupaten Sumbawa. Daerah ini tercatat hanya meraih nilai 28,50 dan masuk dalam kategori zona hitam.
“Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Penanganan harus segera dilakukan dengan fokus pada hasil nyata di lapangan. Tidak hanya dibersihkan, tetapi juga dipastikan tidak muncul kembali,” tegasnya.
Ia menjelaskan, luasnya sebaran TPS liar, keterbatasan armada pengangkut, serta minimnya tenaga di sektor persampahan menjadi tantangan utama. Selain itu, perilaku masyarakat dan belum optimalnya peran pemerintah kecamatan serta desa turut memperparah kondisi tersebut.
Dalam arahannya, Ansori menekankan pentingnya peran aktif camat dan kepala desa sebagai ujung tombak pengendalian di wilayah masing-masing. Ia meminta seluruh potensi yang ada dimaksimalkan untuk menekan pertumbuhan TPS liar.
“Ini bukan semata soal penilaian, tetapi menyangkut kebersihan dan kualitas lingkungan hidup masyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ansori menilai, upaya penanganan sampah tidak cukup hanya melalui imbauan, melainkan harus disertai tindakan nyata dan konsisten di lapangan.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antarinstansi dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah, sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan di Kabupaten Sumbawa secara berkelanjutan.
Reporter: Saka-2
Editor: Redaksi SakaNTB.com





