Gorontalo, SakaNTB.com|19 Juni 2026– Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menghadiri rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Provinsi Gorontalo dengan membawa misi memperkuat kolaborasi, memperluas jejaring, dan menyerap berbagai inovasi guna mendorong kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Sumbawa.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) itu diawali dengan penyambutan adat khas Gorontalo yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan. Bupati Jarot hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria, S.E., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., serta jajaran Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Sumbawa.
Penyambutan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus semangat persaudaraan antar daerah yang turut mewarnai pelaksanaan PENAS XVII, ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sektor pangan dari seluruh Indonesia.
Dalam keterangannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa partisipasi Kabupaten Sumbawa dalam PENAS XVII bukan sekadar menghadiri agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat pembangunan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
“Kami merasa terhormat atas sambutan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo dan masyarakat setempat. PENAS merupakan momentum yang sangat penting untuk mempererat silaturahmi, memperluas jejaring kerja sama, serta menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Kabupaten Sumbawa,” ujar Jarot.
Menurutnya, sektor pertanian dan perikanan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada petani dan nelayan agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing.
Melalui forum nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap dapat memperoleh berbagai referensi dan pengalaman terbaik dari daerah lain, mulai dari penerapan teknologi pertanian modern, penguatan kelembagaan petani dan nelayan, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan sistem pemasaran hasil pertanian dan perikanan yang lebih efektif.
“Harapan kami, keikutsertaan dalam PENAS ini dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah, terutama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perikanan serta memperkuat pembangunan yang berkelanjutan,” tambahnya.
PENAS Petani Nelayan XVII dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 25 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo. Kegiatan berskala nasional ini akan diisi dengan berbagai agenda strategis, antara lain rembuk utama, pameran pembangunan pertanian, gelar teknologi dan inovasi, temu organisasi petani dan nelayan, pertunjukan budaya nusantara, hingga kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi percontohan dan destinasi wisata.
Keikutsertaan Kabupaten Sumbawa dalam ajang tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas sekaligus mempercepat adopsi inovasi di sektor pertanian dan perikanan. Dengan demikian, berbagai pengetahuan dan praktik terbaik yang diperoleh selama PENAS dapat diimplementasikan untuk mendukung terwujudnya sektor pertanian dan perikanan yang maju, produktif, berdaya saing, serta berkelanjutan di Tanah Samawa.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





