Rumah Permanen di Tarano Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta

Sumbawa, SakaNTB.com| 2 Juli 2026-– Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Sumbawa. Sebuah rumah permanen milik Junari yang berada di Dusun Tiu Sangat (Bonto), Desa Labuhan Bontong, Kecamatan Tarano, ludes terbakar pada Rabu malam (1/7/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 21.30 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 3 Damkartan Zona Empang segera diberangkatkan ke lokasi dengan satu unit mobil pemadam kebakaran.

Bacaan Lainnya

“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 21.45 WITA. Saat itu, api sudah membakar hampir seluruh bagian rumah sehingga fokus utama kami adalah melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet ke bangunan di sekitarnya,” ujar Sahabuddin.

Menurutnya, proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam dan melibatkan kerja sama antara personel Damkartan dengan warga setempat. Berkat upaya tersebut, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah-rumah di sekitar lokasi.

Sahabuddin mengapresiasi respons cepat masyarakat yang turut membantu proses penanganan kebakaran. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga jarak aman dan mengikuti arahan petugas agar proses pemadaman dapat berlangsung sesuai prosedur keselamatan.

“Partisipasi masyarakat sangat kami hargai. Namun, kami juga mengimbau agar warga memberikan ruang kepada petugas sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara efektif, aman, dan sesuai standar operasional prosedur,” katanya.

Api dilaporkan berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 00.04 WITA, Kamis (2/7/2026). Setelah melakukan pendinginan dan memastikan lokasi aman, seluruh personel kembali ke Pos Damkartan Zona Empang sekitar pukul 00.20 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan awal menyebutkan api berasal dari bagian dalam rumah, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan.

Damkartan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik yang sudah tua atau mengalami kerusakan.

“Kami terus melakukan evaluasi terhadap setiap penanganan kebakaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Seluruh armada dan personel tetap bersiaga selama 24 jam guna memberikan respons cepat terhadap kejadian kebakaran maupun operasi penyelamatan lainnya,” pungkas Sahabuddin.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya langkah-langkah pencegahan kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Pemeriksaan berkala terhadap instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik sesuai standar, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko kebakaran menjadi faktor penting untuk meminimalkan terjadinya peristiwa serupa.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *