SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com| 23 Agustus 2026 — Pengembangan tenun Kre Alang di Kabupaten Sumbawa diarahkan untuk berjalan beriringan antara pelestarian tradisi dan inovasi produk. Hal tersebut mengemuka dalam evaluasi hasil pelatihan produk dan desain motif tenun Kre Alang yang digelar di Sumbawa, 19 Agustus 2026.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Jarot, SE, hadir sebagai evaluator dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pelestarian motif dan produk tenun yang telah ada perlu tetap menjadi prioritas karena merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Sumbawa.
Namun, menurutnya, pelestarian tidak berarti menghentikan proses pengembangan. Para perajin juga perlu didorong untuk menciptakan motif baru dan melakukan diversifikasi produk agar tenun mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Yang sudah ada harus tetap kita pertahankan sebagai identitas dan kekayaan budaya. Namun, kita juga harus terus mengembangkan apa yang sudah ada, termasuk menciptakan motif-motif baru dan mengembangkan produk tenun agar semakin bernilai,” ujar Hj. Ida.
Ia menyebut pengembangan tenun masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari desain, kapasitas produksi, pemasaran hingga peningkatan kemampuan para perajin. Karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, Dekranasda, perguruan tinggi, pelaku usaha, perajin dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam evaluasi tersebut, aspek budaya dan filosofi tenun juga menjadi perhatian. H. Hasanuddin, yang akrab disapa H. Ace, memberikan pemaparan mengenai pengembangan motif dari perspektif kebudayaan dan filosofi.
Menurutnya, motif tenun tidak semata-mata memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat merepresentasikan simbol, makna dan nilai yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Sumbawa. Pemahaman terhadap unsur tersebut dinilai penting agar inovasi motif tetap memiliki keterkaitan dengan karakter budaya lokal.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Koko Hermanto dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) selaku Ketua Tim Pelaksana Dana Indonesiana. Perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan desain, inovasi produk serta peningkatan kapasitas perajin agar mampu menyesuaikan produk dengan perkembangan zaman.
Dari sisi pengembangan usaha, perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMindag) Kabupaten Sumbawa, Sri Handayani, SE, turut memberikan pandangan terkait pembinaan usaha, produksi dan peluang pemasaran produk tenun.
Evaluasi tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk melihat capaian peserta pelatihan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi kebutuhan dan persoalan yang masih dihadapi para perajin.
Melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan tenun Kre Alang diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan nilai budaya dan filosofi lokal. Di sisi lain, inovasi desain dan diversifikasi produk diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah serta daya saing tenun Sumbawa.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Dekranasda Kabupaten Sumbawa untuk menjaga keberlanjutan kerajinan tenun sekaligus membuka peluang agar tenun Sumbawa berkembang sebagai bagian dari sektor ekonomi kreatif.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





