Polres Sumbawa Hadir di Tengah Penyintas Gempa Flores, Trauma Healing Bantu Pulihkan Mental

Sumbawa Besar,  SakaNTB.com| 22 Agustus 2026— Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa bersama jajaran Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) turut mengambil bagian dalam upaya pemulihan psikologis warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tim Trauma Healing yang terdiri dari personel SSDM Polda NTB dan sejumlah Polres jajaran memberikan pendampingan psikologis kepada warga terdampak di Posko Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (21/8/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut menyasar ratusan warga yang mengungsi akibat gempa, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi dan usia para penyintas.

Tim yang dipimpin Ipda Hari Ade Wibowo, S.Psi., Ps. Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Sumbawa, bersama Briptu Muhammad Taruna Anshory Rahman dan Bripda M. Wira Arudziki, S.Psi., Bamin Bag SDM Polres Bima Kota, mendatangi warga secara langsung di lokasi pengungsian.

Untuk kelompok orang tua, petugas memberikan pendampingan dan konseling psikologis guna membantu mengurangi kecemasan serta tekanan emosional yang muncul setelah bencana.

Sementara bagi anak-anak, pendekatan dilakukan melalui play therapy atau terapi bermain. Anak-anak diajak berinteraksi melalui permainan edukatif dan aktivitas sederhana yang bertujuan menciptakan suasana aman, nyaman, serta membantu mereka kembali beraktivitas secara positif.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Ipda Hari Ade Wibowo mengatakan, pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

“Kami berupaya memberikan ruang bagi warga, terutama anak-anak, untuk kembali merasa aman, nyaman, dan berani berinteraksi setelah mengalami situasi bencana,” ujar Hari.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka yang didampingi Waastamaops Polri Irjen Pol Laksana, S.I.K., Gubernur NTT, serta sejumlah pejabat terkait.

Kehadiran pejabat negara di lokasi pengungsian turut memberikan semangat kepada warga sekaligus menunjukkan adanya perhatian dan dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Menurut Hari, respons anak-anak selama kegiatan menunjukkan suasana yang lebih cair. Mereka mulai kembali berinteraksi dan mengikuti permainan bersama tim pendamping.

“Anak-anak yang awalnya terlihat cemas secara bertahap mulai lebih ceria dan berani berinteraksi. Kami berharap pendampingan ini dapat membantu mereka melewati masa sulit pascabencana,” katanya.

Selain pemulihan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan psikologis merupakan bagian penting dari proses penanganan pascabencana. Karena itu, pendampingan akan terus diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, agar dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sumbawa dan jajaran Polda NTB menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *