Maulid Nabi 1448 H, Bupati Sumbawa Ajak Masyarakat Hidupkan Keteladanan Rasulullah SAW

SUMBAWA BESAR, SakaNTB.com|26 Agustus 2026 — Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengajak masyarakat menjadikan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa, Rabu (26/8/2026).

Peringatan Maulid tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Sumbawa, para Asisten Sekda, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, masyarakat, serta sejumlah undangan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa meneladani Rasulullah SAW tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial peringatan Maulid. Nilai-nilai keteladanan tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu bentuknya adalah memuliakan masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan memperkuat persatuan umat.

Di lingkungan pemerintahan, upaya menerapkan nilai-nilai tersebut antara lain diwujudkan melalui imbauan pelaksanaan salat Subuh berjamaah serta penyaluran zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Bupati berharap pengamalan nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW dapat memperkuat kehidupan sosial masyarakat sekaligus menciptakan suasana Kabupaten Sumbawa yang aman, tenteram, dan damai.

“Keteladanan Rasulullah SAW harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera,” ujarnya.

Dua Momentum untuk Memperkuat Persatuan

Hikmah Maulid disampaikan Ustaz Khoiruman Basir Rambe. Peringatan tahun ini mengangkat tema, “Dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Kita Jadikan Teladan Menuju Kemerdekaan yang Bermakna, Bersatu, Berakhlak dan Berkarya untuk Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera.”

Menurut Khoiruman, peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat iman dan Islam sekaligus momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Ia juga mengajak masyarakat merefleksikan dua momentum penting pada tahun ini, yakni HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kedua momentum tersebut, katanya, dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta mendorong masyarakat memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan daerah.

“Keteladanan tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Setiap orang dapat menjadi teladan, setidaknya bagi dirinya sendiri dan lingkungan di sekitarnya,” jelasnya.

Ia menilai keteladanan yang dicontohkan Rasulullah SAW tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masa kini, tanpa membedakan latar belakang maupun profesi seseorang.

Melalui peringatan Maulid, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang perjalanan dan akhlak Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi perilaku nyata dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan penyelenggaraan pemerintahan.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *