MOYO HULU, Sumbawa, SakaNTB.com| 23 Oktober 2026— Selama 24 tahun, Mardiana, 65 tahun, menekuni sektor perikanan sebagai nelayan sekaligus pedagang ikan. Perempuan asal Desa Maman, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, itu memulai usahanya pada 2002 dan hingga kini tetap menjalani aktivitas tersebut untuk memperoleh penghasilan bagi keluarganya.
Dalam menjalankan usaha, Mardiana tidak hanya mengandalkan ikan hasil tangkapannya sendiri. Ia juga membeli ikan dari bagan milik orang lain untuk dijual kembali kepada masyarakat. Aktivitas tersebut dilakukannya di kawasan Bendungan Batu Bulan, Desa Maman, hingga ke sejumlah kampung, termasuk wilayah Lantung.
Perjalanan panjang di sektor perikanan membuat Mardiana menjalani dua peran sekaligus, yakni sebagai nelayan dan pedagang yang menyalurkan hasil perikanan kepada konsumen.
“Saya sudah lama menjalani pekerjaan ini. Usaha ini menjadi salah satu cara saya membantu memenuhi kebutuhan keluarga.”ujarnya.
Dari penjualan ikan, Mardiana memperoleh pemasukan rata-rata sekitar Rp100.000 per hari. Namun, besaran tersebut masih perlu diperjelas apakah merupakan omzet penjualan atau pendapatan bersih setelah dikurangi biaya pembelian ikan, transportasi, dan kebutuhan operasional lainnya.
Terkait penghasilan dari usahanya, ia perlu menjelaskan lebih lanjut bagaimana pemasukan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta kendala yang dihadapi selama berjualan.
“Penghasilan dari jualan ikan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Besar kecilnya pemasukan bergantung pada hasil penjualan dan biaya yang harus saya keluarkan.” ucap Mardiana.
Selain menjalankan usaha perikanan, Mardiana juga mengelola kios sebagai sumber penghasilan tambahan. Kedua usaha tersebut menjadi bagian dari upayanya memenuhi kebutuhan rumah tangga bersama suaminya. Ia memiliki empat orang anak, tiga di antaranya telah menikah, sedangkan satu lainnya belum menikah.
Menjalani Usaha di Tengah Dinamika Perikanan
Pengalaman Mardiana selama lebih dari dua dekade menunjukkan keterlibatan perempuan dalam rantai usaha perikanan di wilayah perdesaan. Peran perempuan di sektor ini tidak hanya berkaitan dengan penangkapan ikan, tetapi juga mencakup pengadaan, penjualan, dan distribusi hasil perikanan.
Pedagang ikan menjadi salah satu penghubung antara pemasok dan konsumen. Melalui aktivitas tersebut, hasil perikanan dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Meski demikian, keberlangsungan usaha kecil di sektor perikanan dapat dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan ikan, perubahan harga, biaya operasional, serta daya beli konsumen. Dampak faktor-faktor tersebut terhadap usaha Mardiana masih perlu digali melalui wawancara langsung.
Di tengah perjalanan usahanya dan usianya yang sudah tidak muda lagi Mardiana menaruh harapan terhadap keberlangsungan mata pencaharian yang digelutinya. Terlebih, usaha perikanan dan kios yang dijalankannya turut menjadi sumber penghasilan rumah tangga.
“Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan dan tetap membantu memenuhi kebutuhan keluarga.” tambahnya.
Kisah Mardiana memberikan gambaran tentang perjalanan seorang perempuan yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam kegiatan ekonomi perikanan di tingkat desa. Pengalamannya juga menjadi pintu masuk untuk memahami peran pelaku usaha kecil dalam mendistribusikan hasil perikanan sekaligus menopang kebutuhan rumah tangga.
Di balik aktivitas penangkapan dan penjualan ikan, masih diperlukan penelusuran lebih lanjut mengenai tantangan yang dihadapi Mardiana, perubahan kondisi usaha sejak 2002, serta dukungan yang dibutuhkan agar usahanya dapat terus berjalan.
Reporter: Cantika A Putri
Editor: Redaksi SakaNTB.com





