Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 11 September 2025-– Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan Sarembang Munit Adat yang diikuti sedikitnya 35 peserta dari berbagai OPD, kecamatan, kelurahan, dan desa di Kabupaten Sumbawa. Acara ini menampilkan beragam kreasi budaya seperti Male, baku dan Sanra yang isinya terdapat aneka jajanan kering dan hasil bumi. Pawai adat yang dilaksanakan sebagai simbol kecintaan masyarakat kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Pengurus Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) juga Budayawan Sumbawa, H. Hasanuddin, S.Pd, dalam penjelasannya mengungkapkan makna filosofis dari setiap unsur dalam lomba. Ia menjelaskan bahwa male (hiasan kertas berwarna putih berbentuk kepala, badan, dan ekor) melambangkan malaikat yang bertasbih menyambut kelahiran Rasulullah SAW. Ragam hias pada badan male menggunakan pola tunggal sebagai simbol kesucian malaikat yang tidak berkelamin dan tidak berketurunan.
“Pada pucuk male terdapat tiga warna – merah, kuning, dan hijau yang masing-masing melambangkan semangat perjuangan, kemenangan, serta bumi sebagai tempat kita hidup. Ini mengajarkan manusia untuk selalu bersyukur kepada Allah,” jelas Hasanuddin.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dalam sambutannya saat membuka kegiatan, mengapresiasi antusiasme masyarakat. Menurutnya, Sarembang Munit Adat tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga wujud nyata syukur dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Kegiatan ini membuktikan bahwa masyarakat Sumbawa mandiri dan kompak. Tanpa menggunakan anggaran pemerintah, semua peserta membawa hasil bumi, hasil laut, dan berbagai kreasi secara swadaya. Ini pertanda ekonomi masyarakat kita semakin maju,” ujar Wabup Ansori.
Ia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. “Jika nilai-nilai keteladanan Rasulullah diterapkan dalam kehidupan, InsyaAllah Sumbawa akan semakin sejahtera, maju, dan berdaya saing,” tambahnya.
Acara berlangsung meriah dan diwarnai pawai adat, penampilan musik tradisional, serta aneka hiasan hasil bumi yang menarik perhatian masyarakat. Peserta terbaik akan menerima penghargaan untuk kategori juara 1, 2, 3, harapan, dan favorit.
Seluruh peserta dilepas oleh Wakil Bupati Sumbawa di Lapangan Pahlawan Sumbawa menuju Jalan Kartini, belok menuju Jalan Multatuli selanjutnya ke Jalan Dr Cipto berbelok menuju Masjid Agung Nurul Huda sebagai tempat kegiatan Sarembang Munit Adat Tahun 2025.
Reporter: Saka-1
Editor: Redaksi SakaNTB.com





