Bunda Literasi Sumbawa Dorong Penguatan Bahasa Daerah dan Literasi Anak Lewat Lomba Seni dan Bahasa 2025

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 20 Oktober 2025 — Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kembali menggelar Lomba Seni dan Bahasa Tahun 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya literasi dan pelestarian bahasa daerah di kalangan pelajar.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE, ini diikuti ratusan peserta dari tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Sumbawa.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa terdapat 8 mata lomba yang dipertandingkan, antara lain Sakeco, Malangko, Saketir, Batuter, pidato Bahasa Samawa, menulis cerpen, menulis karya Satera Jontal dan membaca puisi.

“Peserta lomba tingkat SD berjumlah 119 orang, sedangkan tingkat SMP sebanyak 92 orang. Dari total 24 kecamatan, ada 22 kecamatan yang berpartisipasi, sementara Kecamatan Moyo Hulu dan Kecamatan Labuhan Badas belum berpartisipasi tahun ini,” ungkapnya.

Budi juga menyebutkan, terdapat tiga kecamatan yang mengikuti seluruh mata lomba, yakni Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Utan, dan Kecamatan Wera, yang menunjukkan komitmen tinggi terhadap penguatan literasi daerah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat Sumbawa yang saat ini masih berada di angka 33 persen, jauh di bawah standar nasional sekitar 70 persen.

“Harapan kami, dalam 10 hingga 12 tahun ke depan, angka ini bisa naik minimal hingga 50 persen. Kegiatan seperti ini sangat relevan untuk memperkuat gerakan literasi menuju Sumbawa yang cerdas dan berbudaya,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bunda Literasi Hj. Ida Fitria menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan karakter dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya lokal.

“Melalui panggung kecil ini, anak-anak belajar berbicara, menulis, dan mengekspresikan diri. Dari hal-hal sederhana itulah tumbuh karakter, kepercayaan diri, dan kecintaan pada budaya sendiri,” ujar Hj. Ida.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing sebagaimana tertuang dalam Trigatra Bahasa: mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

“Merawat bahasa daerah adalah bentuk menjaga jati diri, sementara menguasai bahasa asing membuka cakrawala dunia. Keduanya tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Hj. Ida menambahkan, dari delapan cabang lomba yang digelar, tujuh di antaranya akan mewakili Kabupaten Sumbawa ke tingkat Provinsi NTB. Ia pun meminta dukungan dari para guru, kepala sekolah, dan orang tua agar terus membimbing anak-anak yang terpilih menjadi wakil daerah.

“Menang itu penting, tapi yang lebih berharga adalah proses latihan, disiplin, dan kerja sama yang mereka bangun. Semua anak adalah juara di bidangnya masing-masing,” pesannya kepada para peserta.

Menutup sambutannya, Bunda Literasi mengapresiasi kerja keras panitia dan berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin tahunan, serta dilanjutkan dengan program pembinaan berkelanjutan di sekolah-sekolah, seperti pelatihan menulis kreatif, teater mini, dan membaca puisi ekspresif.

“Investasi kecil hari ini akan melahirkan penulis, penyair, dan budayawan besar di masa depan,” pungkasnya.

Kegiatan Lomba Seni dan Bahasa 2025 ini menjadi bagian penting dari strategi penguatan literasi daerah yang sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis budaya lokal dan kecintaan terhadap bahasa daerah.

Reporter: [Saka-1]

Editor: [Redaksi SakaNTB.com]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *