Bupati Sumbawa Dorong Kebangkitan Tenun Lokal, Tenun Sumbawa Akan Jadi Pakaian Dinas ASN

Sumbawa Besar, SakaNTB.com| 23 Oktober 2025 — Upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif lokal kembali ditegaskan oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P, melalui pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa periode 2025–2030 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Ballroom La Grande, Kamis (23/10).

Acara berlangsung meriah dengan nuansa budaya yang kental. Tarian Lunte Kemang Tabola dari Sanggar Seni Liser SMAN 2 Sumbawa membuka kegiatan sebelum prosesi pengukuhan dilakukan secara simbolis melalui penyematan pin oleh Bupati Sumbawa dan Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB, Sinta Agathia Lalu Muhammad Iqbal.

Bacaan Lainnya

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E, Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Wakil Ketua III DPRD, Sekretaris Daerah, anggota Forkopimda, kepala OPD, unsur perbankan, BUMN/BUMD, organisasi wanita, akademisi, budayawan, dan para pengrajin.

Dorong Regulasi Pemakaian Tenun Sumbawa untuk ASN

Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan Tenun Sumbawa sebagai bagian dari kebanggaan dan keseharian aparatur sipil negara. Ia menginstruksikan Sekretaris Daerah bersama jajarannya untuk menyiapkan kebijakan teknis dan regulasi penggunaan Tenun Sumbawa sebagai pakaian dinas ASN secara terjadwal dan konsisten.

“Gerakan ini bukan sekadar peneguhan identitas budaya, tetapi juga strategi ekonomi yang efektif. Setiap pegawai yang mengenakan Tenun Sumbawa berarti turut memberi kehidupan bagi para penenun,” tegas Bupati Jarot.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada pengurus Dekranasda sebelumnya atas dedikasi mereka mengembangkan sektor kriya daerah, seraya berharap kepengurusan baru menjadi ruang kolaborasi dan inovasi dalam memajukan produk wastra lokal.

Regenerasi Pengrajin Jadi Tantangan Utama

Bupati Jarot menyoroti persoalan regenerasi pengrajin tenun, mengingat sebagian besar penenun kini sudah berusia lanjut, sementara minat generasi muda terhadap profesi tersebut cenderung menurun.

Untuk itu, ia mendorong Dekranasda mencari mentor dan pelatih muda, sekaligus melakukan efisiensi biaya produksi agar harga tenun dapat lebih kompetitif di pasar.

Dekranasda Sumbawa Siap Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E, menegaskan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali kejayaan kriya dan wastra Sumbawa.

“Ini adalah titik tolak kebangkitan kriya dan wastra Sumbawa menuju penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Sejak dilantik pada Maret 2025, Dekranasda Sumbawa telah aktif membangun jejaring lintas sektor dan ikut dalam berbagai ajang nasional, termasuk Dekranas Expo di Balikpapan, dengan menampilkan tenun songket, tenun ikat, dan kriya berbahan lokal.

Sinergi Provinsi dan Daerah: Bangkitkan Generasi Muda Pengrajin

Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB, Sinta Agathia Lalu Muhammad Iqbal, dalam sambutannya mengapresiasi semangat baru Dekranasda Sumbawa. Ia menekankan pentingnya kreativitas dan regenerasi dalam menjaga keberlanjutan kerajinan daerah.

Ia juga memperkenalkan program pelatihan bagi anak putus sekolah usia 15 tahun yang digagas Dekranas Pusat, sebagai langkah menumbuhkan minat generasi muda di bidang kerajinan.

“Kami di provinsi siap mendukung apa pun yang dibutuhkan Dekranasda Sumbawa. Mari kita bergerak bersama untuk membangkitkan UMKM dan kerajinan lokal agar semakin berdaya saing,” ujarnya penuh semangat.

Harmoni Tradisi dan Modernitas

Sebagai penutup, digelar fashion show “Harmoni Tenun Sesek Sumbawa” yang menampilkan koleksi brand lokal Lanisty dan Nakklaki. Peragaan busana tersebut memadukan motif tradisional dengan desain modern — simbol harmoni antara warisan budaya dan inovasi masa kini.

Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Daerah, Dekranasda, dan masyarakat untuk menjadikan Tenun Sumbawa bukan sekadar identitas budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif yang berdaya saing tinggi.

Reporter: Saka-1

Editor: Redaksi SakaNTB.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *